Minggu, 26 April 2026

RS Siloam Labuan Bajo Layani Puluhan Pasien yang Rapid Tes, Paling Banyak Ingin Lakukan Perjalanan

Rapid tes dilakukan di rumah sakit tersebut, setelah menghubungi pihak rumah sakit sehari sebelum menjalani rapid test.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Direktur RS Siloam Labuan Bajo, dr Hermas Irawan saat ditemui pada Jumat (13/3/2020). 

RS Siloam Labuan Bajo Layani Puluhan Pasien yang Ingin Rapid Tes, Paling Banyak Ingin Lakukan Perjalanan

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO-- Rumah Sakit (RS) Siloam Labuan Bajo melayani puluhan pasien per harinya untuk melakukan rapid tes.

Rapid tes dilakukan di rumah sakit tersebut, setelah menghubungi pihak rumah sakit sehari sebelum menjalani rapid test.

"Rata-rata kami dalam sehari melayani sebanyak 70-80 orang per hari," kata Direktur RS Siloam Labuan Bajo, dr Hermas Irawan saat ditemui, Senin (6/7/2020).

Diakuinya, mayoritas pasien yang ingin melakukan rapid tes, adalah warga yang ingin melakukan perjalanan ke luar daerah NTT.

Dijelaskannya, para pasien yang ingin melakukan rapid tes membayar biaya sebesar Rp 350 ribu.

Pihaknya pun bekerjasama dengan pihak lain seperti perusahaan maupun organisasi pemerintahan vertikal seperti Pelni dalam pelaksanaan rapid tes.

"Ada yang membutuhkan jadi kami layani, karena kami punya visi, RS Siloam bukan hanya untuk pasien yang keperluan untuk bepergian, tapi semakin banyak tes, artinya semakin cepat kita tahu dan saat ada kasus (Covid-19) dapat segera kita tangani," jelasnya.

Dijelaskannya, hasil rapid tes yang dikantongi para pasien berlaku selama 14 hari, sesuai panduan atau surat keputusan dari tim gugus tugas Covid-19.

Para pasien yang ingin melakukan rapid tes, diharapkan untuk melakukan pendaftaran melalui nomor kontak Person In Charge (PIC yang tersedia.

"Kalau mau tes, kami ada nomor kontak PIC, Kontak dulu, karena takutnya di sini sudah penuh. kontak dulu, pada H-1, alau ada perubahan kami informasikan," tegasnya.

Update Korban Selamat, Meninggal Dunia & Belum Ditemukan Musibah Tenggelam KM di Selat Pukuafu NTT

Diduga Maladministrasi, Wali Kota Kupang : Pembayaran Retribusi Itu Tidak Salah

Rasanya Manis dan Banyak Bijian, Benarkah Makan Jambu Bisa Menyebabkan Usus Buntu ?

Saat ini, lanjut dia, yang berlaku adalah sistem booking bagi pasien, namun selanjutnya tengah dikembangkan sistem agar para pasien dapat langsung melakukan rapid tes di rumah sakit tanpa melalui sistem booking.

Ditanya terkait stok rapid tes, dr Hermes Irawan mengaku stok rapid tes yang dimiliki masih cukup untuk melayani pasien yang ingin melakukan tes.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Assale Viana)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved