Breaking News:

BREAKING NEWS - Dua Tersangka Kasus Korupsi Kredit Bank NTT Surabaya Tiba di Kupang

Kejaksaan Tinggi NTT kembali mengamankan dua tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyaluran fasilitas kredit pada bank NTT

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penyaluran fasilitas kredit pada bank NTT Cabang Surabaya, Willyan Kodrata alias WK dan Loe Mei Lien alias LML saat turun dari pesawat pada Senin (6/7) pagi. 

Dua Tersangka Kasus Korupsi Kredit Bank NTT Surabaya Tiba di Kupang 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kejaksaan Tinggi NTT kembali mengamankan dua tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyaluran fasilitas kredit pada bank NTT Cabang Surabaya.

Dua tersangka tersebut, masing masing Willyan Kodrata alias WK dan Loe Mei Lien alias LML dibawa ke Kupang menggunakan penerbangan Lion Air JT 690 pada Senin (6/7) pagi. 

Keduanya tiba di Bandara El Tari Kupang sekira pukul 10.47 Wita dibawah pengawasan dua anggota tim penyidik Kejaksaan Tinggi NTT. Saat turun, keduanya telah menggunakan rompi pink yang merupakan rompi khusus untuk tersangka kasus korupsi.

Dari Bandara El Tari Kupang, kedua tersangka yang merupakan debitur pada Bank NTT Cabang Surabaya ini dibawa ke Kantor Kejati NTT di jalan Adiyaksa Kecamatan Oebobo Kota Kupang untuk menjalani pemeriksaan. 

Kedua tersangka ini menjadi tersangka keenam dan ketujuh yang ditahan pihak Kejati NTT dalam kasus korupsi penyaluran fasilitas kredit pada bank NTT Cabang Surabaya.

Sebelumnya, Kejati NTT telah menahan lima dari delapan tersangka yang ditetapkan. Para tersangka tersebut terdiri dari tujuh debitur dan satu dari manajemen Bank NTT

“Sudah lima orang yang ditahan, masih tiga orang yang dipanggil dan belum memenuhi panggilan,” ujar Kajati NTT Dr. Yulianto kepada wartawan pada Kamis (2/7). 

Kejati NTT menahan Adi Leba mantan Kepala Cabang Bank NTT Surabaya, Jawa Timur, setelah dilakukan pemeriksaan pada Rabu (1/7). Selain Adi, empat tersangka yang lebih dahulu ditahan. Tersangka Stefanus Sulaiman ditahan usai ditangkap oleh tim penyidik dan tim intelijen Kejati NTT di Surabaya pada Sabtu (27/6) malam. Tersangka Yohanes Ronald Sulaiman alias YRS pada Kamis (18/6) dan Siswanto Kondrata alias SK pada Rabu (23/6). 

Sementara itu, satu tersangka lain dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyaluran fasilitas kredit pada bank NTT Cabang Surabaya, Ilham Nurdiyanto alias IN (55) ditahan pada Kamis (25/6) usai ditangkap oleh tim penyidik Kejati NTT bersama tim Intelijen Kejagung RI di Jakarta pada Rabu sore. 

Dalam kasus tersebut, pihak Kejati NTT telah mendapat izin penyitaan 26 bidang tanah tersebar di beberapa kabupaten di NTT. Untuk lahan di Kabupaten Kupang, dikatakannya, telah dilakukan penyitaan terhadap bidang tanah seluas 44 ha. 

Pihak Kejati juga menginventaris dan mengajukan permohonan izin penyitaan 12 bidang tanah di Provinsi Jawa Timur, 2 bidang tanah di Jakarta, 4 bidang tanah di Jawa Barat, 1 bidang tanah di Banten. Selain itu juga dilakukan penyitaan terhadap uang sebesar Rp 90 miliar. 

Kejari juga berhasil menyita uang sebesar Rp 9.509.924.588 dari salah satu tersangka kasus korupsi kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya, Muhamad Ruslan. Uang tersebut disita dari rekening milik salah satu tersangka di Bank Negara Indonesia (BNI) Jakarta. 

Hujan Guyur Malaka Sepekan, BPBD Malaka Belum Temukan Dampaknya

18 KK di Wolomarang Masih Beli Air Tangki

Jalan Masuk di Teriminal Mena Kota Ruteng Mulai Rusak

Dalam kasus tersebut, nilai kerugian negara mencapai Rp 127 miliar. Pihak Kejati NTT berupaya semaksimal mungkin untuk mengembalikan kerugian negara tersebut. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved