Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Venite ad Me Omnes : Marilah Kepada-Ku Semuanya !

Venite ad Me Omnes : Marilah kepada-Ku semuanya !, simak dan renungkanlah

POS KUPANG.COM
Venite ad Me Omnes : Marilah kepada-Ku semuanya ! 

Renungan Harian Katolik

Venite ad Me Omnes : Marilah kepada-Ku semuanya !

RD. Maxi Un Bria

Minggu, 5 Juli 2020

Manusia siapakah yang tidak memiliki beban dan pergumulan dalam hidup ? Siapa pulakah yang sepanjang waktu mengalami ketenteram jiwa di dunia ini ? Setiap orang memiliki beban dan pergumulan jiwa dalam hidup. Terhadap semua pergumulan dan tantangan itu manusia sebagai makhluk rasional dan spiritual terus berupaya untuk menemukan solusi dan mencari ketenteraman jiwa.

Salah satu jalan diantaranya, yang dipilih manusia beriman adalah datang kepada Yesus, mendengarkan Sabda-Nya dan bersekutu dengan-Nya dalam korban Ekaristi Kudus pada setiap Hari Minggu.
Pertanyaanya adalah mengapa orang beriman datang ke Gereja pada Hari Minggu?

Jawaban atas pertanyaan di atas bervariasi berdasarkan pemahaman iman seseorang dan kebutuhan hidup rohaninya. Ada yag datang ke gereja untuk merayakan persekutuan iman dengan Tuhan dan sesama umat Allah. Ada yang datang untuk menimba kekuatan rahmat dari Sabda Allah dan Perayaan korban Ekaristi Kudus. Ada yang datang untuk bersyukur atas segala berkat dan kasih karunia yang telah dialami. Ada pula yang datang untuk melepaskan segala beban hidup dan persoalan yang digumuli.

Karena mereka percaya bahwasannya dengan menyambut Tubuh Kristus dan berkesempatan menerima sakramen rekonsiliasi, jiwanya pun mengalami ketenteraman. Intinya kebanyakan orang beriman datang beribadah di gereja untuk bersyukur, menimba kekuatan, mengalami sukacita iman dan ketenangan jiwa.
Yesus telah datang ke dunia sebagai bukti pernyataan cinta kasih Allah bagi semua orang. Ia mengajak manusia untuk datang kepada Allah sebagai sumber segala rahmat dan hidup menurut hukum-Nya. Ajakan Yesus disebut ajakan Juruselamat. Ajakan yang menuntun manusia kepada keselamatan.

Ajakan Juruselamat yang diserukan Yesus ditujukan kepada semua orang, utamanya kepada mereka yang tertindas dan terbelenggu oleh beban kemisikinan, tekanan sosial ekonomi dan psikologis , dosa, dan berbagai beban hidup, karena selain mesti melakukan Hukum Taurat juga dibebani dengan berbagai tuntutan yang ditambahkan para ahli Taurat dan orang Farisi pada jaman itu. Jadi orang - orang miskin yang sudah letih dan lesu dengan pergumulan hidupnya masih dibebani dengan tanggungjawab sosial institusional yang memberatkan hidup, menekan jiwa dan tidak menghadirkan sukacita.

Kepada mereka dan kita semua, Yesus berseru “ Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah gandar yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” ( Matius 11: 28 -29 )
Kini kita dihadapkan dengan kegetiran persoalah pandemi covid-19 yang mencekam. Kondisi kita saat ini, selain melelahkan juga membebani hidup dan jiwa. Dalam konteks ini, Yesus mengajak kita untuk datang kepada-Nya dan belajar untuk hidup dalam semangat lemah lembut dan rendah hati dalam berbagai aktivitas hidup dan interaksi sosial. Kita diajak untuk berdamai dengan keadaan yang dihadapi, seraya mengembangkan kesadaran diri dan disiplin untuk hidup menurut norma dan protokol kesehatan yang dianjurkan.

Kita diminta untuk belajar bersyukur, bersikap lemah lembut serta rendah hati dalam hidup dengan mengembangkan sikap mawas diri dan sadar diri, serta kegembiraan hati dalam menyesuaikan diri dengan norma dan protokol kesehatan yang berlaku di era ini.

Semoga pergerakan menuju era baru yang penuh tantangan ini, kita mampu mengikuti ajakan dan teladan hidup Yesus. Marilah bersyukur atas segala kasih karunia yang telah dialami, bersikap lemah lembut dan rendah hati dalam hidup, dan jiwa kita pun akan tenteram. Hidup terasa lebih ringan. Karena Tuhan turut bekerja merahmati dan meringankan beban hidup setiap orang yang percaya dan berharap pada-Nya. Selamat Hari Minggu , Tuhan Yesus memberkati. Salve.

Doa. Ya Tuhan rahmatilah diri kami, agar mampu mengembangkan sikap lemah lembut dan rendah hati dalam menyikapi setiap pergumulan dan beban hidup yang dijumpai, amin.

Editor: maria anitoda
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved