Breaking News:

Pelabuhan di Ende Mubazir, Warga Terlilit Utang Kades Pakai Uang Pribadi Bayar Pajak

Saat ditemui Asomon dan dua rekannya tengah menjempur biji kakao di halaman yang masih dalam area pelabuhan.

POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Pelabuhan Nangakeo Kabupaten Ende, Minggu (5/6/2020). 

Pelabuhan di Ende Mubazir, Warga Terlilit Utang Kades Pakai Uang Pribadi Bayar Pajak

POS-KUPANG.COM | ENDE - Pelabuhan Nangakeo Kabupaten Ende mubazir. Pelabuhan yang terletak di Desa Bhera Mari itu sudah tidak beroperasi lagi sejak 2010.

Pelabuhan Nangakeo berhenti beroperasi tidak hanya menyebabkan fasilitas pelabuhan rusak, berantakan dan beralih fungsi.

Dampak lain dirasakan pedagang asongan. Mereka dililit utang karena tidak bisa membayar cicilan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dipakai untuk modal usaha.

Tidak hanya itu, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) selama ini dibayar oleh Kades Bhera Mari, Pare Pua Salama, mengunakan uang pribadi.

Demikian disampaikan Pare Pua Salama saat diwawancarai POS-KUPANG.COM di kediamannya Minggu (5/6/2020).

"Yah mau bagaimana lagi setiap tahun saya harus bayar sendiri, tidak ada anggaran khusus dana dari desa untuk bayar pajak," ungkapnya.

Dia katakan, jika ia tidak membayar pajak maka dampaknya besar terhadap desa yang dipimpinnya itu, yakni mereka tidak mendapat rekomendasi untuk urusan apapun.

"Saya pikir masyarakat sekarang, kalau tidak bayar pajak, lalu bagaimana urusan lain. Aturannya kalau tidak bayar pajak, maka kita tidak bisa dapat rekomendasi untuk urusan apapun di desa. Kan kasihan masyarakat juga," katanya.

Dia menyebut, pelabuhan Nangakeo tersebut milik Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Halaman
123
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved