Breaking News:

Begini Kondisi Terakhir Pelabuhan Nangakeo Kabupaten Ende

gapura menuju pelabuhan sudah berantakan, atap dan seng bergelantungan, di gapura ada pos jaga namun sudah ditutupi tumbuhan liar.

POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Dermaga Pelabuhan Nangakeo Kabupaten Ende, Minggu (5/6/2020). 

Kondisi Pelabuhan Nangakeo Ende Memerihatinkan Sudah Lama Tidak Digunakan

POS-KUPANG.COM | ENDE - Kondisi Pelabuhan Nangakeo Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), amat memerihatinkan. Semua fasilitas pelabuhan yang terletak di Desa Bhera Mari itu sudah rusak parah.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Minggu (5/6/2020), gapura menuju pelabuhan sudah berantakan, atap dan seng bergelantungan, di gapura ada pos jaga namun sudah ditutupi tumbuhan liar.

Sebelah kiri dari setelah masuk gapura ada dua bangunan rumah tembok, namun atap dan pelafonnya sudah roboh. Sementara jalan menuju ruang tunggu dari gapura sudah ditumbuhi rumput liar.

Ruang tunggu pelabuhan lebih parah lagi. Semua fasilitas dalam ruang tunggu seperti meja dan kursi sudah tidak ada lagi. Tidak hanya itu semua kaca pintu dan jendela susah pecah dan berjahamburan di lantai.

Dinding-dinding ruang tunggu dipenuhi gambar dan tulisan, paling banyak gambar dan tulisan tak senonoh.

Sementara itu kondisi dermaga juga amat memerhatikan, pos jaga, jembatan sudah rusak parah. Tampak beberapa warga sedang memancing dari atas dermaga.

Asomon Karim, salah seorang warga yang tengah menjemur biji kakao di halaman belakang ruang tunggu, kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan, pelabuhan Nangakeo sudah sangat lama tidak digunakan lagi.

"Kalau tidak salah tahun 2010 itu tidak ada lagi kapal di sini. Kami di sini jemur kakao di halaman ini. Kalau dalam ruang tunggu itu, memang parah sekali, itu kursi dan meja tidak ada lagi orang sudah ambil, tidak tau siapa," ungkapnya.

Menurutnya sejak pelabuhan itu tidak digunakan lagi, mereka mulai jemur kakao di halaman depan ruang tunggu.

Dia katakan, ruang tunggu pelabuhan tersebut sering digunakan oleh warga terutama kaum muda-mudi untuk mabuk-mabuk dan pacaran. "Itu lihat gambar-gambar di dalam kalau sudah mabuk mereka mulai buat sembarangan," katanya.

Dua Korban Meninggal Kapal Motor Tenggelam di Selat Pukuafu Dievakuasi Petugas Rescue SAR Kupang

BREAKING NEWS : Kapal Motor Tenggelam di Selat Pukuafu, Baru Dua Penumpang Selamat

Asomon sendiri, dulunya berharap dengan adanya pelabuhan tersebut mereka bisa punya peluang usaha atau menjadi buruh pelabuhan. "Tapi ini tidak pakai lagi, ya sudah. Bangunnya mungkin tahun 2003, kalau tidak salah," ungkapnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved