Monika Naraha : Kami Korban dan Tidak Saling Menyalahkan

tidak saling menyalahkan, kami tetap jadi bersaudara, kami saling menyayangi karena sama-sama bernasip sama.

POS-KUPANG.COM/VINSEN HULER
Kepala sekolah SD Inpres Naimata, Yovita lakseo Itengah) didampingi Monika Hara (kanan) dan Theodorus Fallo (kiri) seusai di wawancara 

Monika Naraha : Kami Korban dan Tidak Saling Menyalahkan

POS-KUPANG.COM| KUPANG- Dua keluarga yang terkena musibah kebakaran yang terjadi di Mess Guru SD Inpress Naimata No 036 sama-sama menjadi korban dan tidak menyalahkan siapa-siapa.

" Kesepakatan kita, kami kedua keluarga sama-sama korban dan kami tidak menyalahkan siapa-siapa,"

Demikian disampaikan Doni, yang merupakan suami dari Monika Naraha, S.Pd seusai melakukan pertemuan secara kekeluargaan guna membahas musibah yang terjadi kemarin. Selasa, (30/6/2020).

Senada dengan apa yang disampaikan Doni, Monika Naraha, mengatakan, kami dua-duanya menjadi korban, tidak saling menyalahkan, kami tetap jadi bersaudara, kami saling menyayangi karena sama-sama bernasip sama.

Tak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan di atas, Theodorus Fallo, mengungkapkan bahwa kebakaran yang terjadi kemarin merupakan musibah dan akan tetap bersama-sama menjadi satu keluarga.

" Kami di dalam satu mess ini ada dua Kepala Keluarga tetapi kehidupan kami sama seperti adik-kakak. Jadi, kami menerima semua ini sebagai musibah bagi kami keluarga. Jadi, kami tetap bersama dan bersama-sama menjadi keluarga yang satu," paparnya.

Sementara itu, Kepala SD Inpress Naimata,Yovita Lakseo, menegaskan bahwa musibah kebakaran kemarin merupakan musibah bersama dan bukan hanya musibah dua korban saja.

" Sebagai pemimpin di sini, adik saya Dony dan Pak Theo, musibah kebakaran ini adalah musibah kita bersama. Bukan adik berdua saja yang mengalami musibah, termasuk mama sebagai kepala sekolah di sini," katanya.

Oleh karena itu, ujarnya, dirinya meminta adik berdua ( Theodorus Fallo dan Doni) untuk bersatu hati, kompak, tidak usah lagi memikirkan musibah itu tetapi bangkit untuk memperbaiki diri ke depan.

Kabupaten Belu Raih Opini WTP Untuk Kedua Kalinya

"Tinggalkan pikiran musibah itu tetapi kita tetapi mari kitaYovita katakan, oleh karena itu, dirinya mengajak kedua Keluarga korban musibah kebakaran untuk bersama-sama dengan dirinya agar jangan berlarut-larut memikirkan masalah ini, karena masalah ini adalah murni kebakaran.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Vinsen Huler)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved