Konflik Laut China Selatan

Militer AS Makin Gencar di Laut China Selatan, China-Amerika di Ambang Perang?

Konflik di Laut China Selatan makin memanas. Militer AS dikabarkan makin gencar beraktivitas di wilayah yang diklaim sejumlah negara itu.

(Dailymail)
Kapal Induk USS Carl Vinson. 

POS-KUPANG.COM - Konflik di Laut China Selatan kian memanas. Apalagi Amerika Serikat (AS) juga ikut campur dalam konflik yan melibatkan Tiongkok dengan sejumlah negara di Asia tersebut.

Militer Amerika Serika dikabarkan telah siap seandainya harus mengepung China.

Saat ini dua kapal induk AS dilaporkan tengah latihan bersama, seperti diberitakan Kontan dari Japan Times, Minggu (28/6/2020).

Latihan tersebut digelar sehari setelah pemimpin Asia Tenggara menyatakan menentang klaim Bejing atas Laut China Selatan dengan alasan historis.

Padahal, Filipina, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Taiwan, dan Brunei masih memiliki klaim yang tumpang tindih di perairan itu.

ANCAMAN PERANG - AS Kerahkan Kapal Perang, Siap-siap Kepung Tiongkok di Laut China Selatan

ILUSTRASI - Foto kapal induk USS Theodore Roosevelt pada 3 Juni 2020 di Laut Filipina. Foto: AFP
ILUSTRASI - Foto kapal induk USS Theodore Roosevelt pada 3 Juni 2020 di Laut Filipina. Foto: AFP (AFP)

Dalam sebuah pernyataan, Angkatan Laut AS mengatakan latihan itu digelar untuk meningkatkan komitmen responsif, fleksibel, dan abadi Amerika Serikat untuk perjanjian pertahanan timbal balik dengan sekutu dan mitra di Indo-Pasifik.

“Kami secara agresif mencari setiap peluang untuk memajukan dan memperkuat kemampuan dan kecakapan kami dalam melakukan semua operasi perang domain,” kata Laksamana Muda George Wikoff, komandan Carrier Strike Group 5.

Perseteruan China Vs Amerika Serikat di Laut China Selatan Memanas Kirim Kapal Induk, Pembom Nuklir

Ia menambahkan, Angkatan Laut AS siap untuk melakukan suatu misi global seandainya dibutuhkan.

“Angkatan Laut AS tetap memiliki misi yang siap dan dikerahkan secara global. Operasi dual carrier menunjukkan komitmen kami terhadap sekutu regional, kemampuan kami untuk secara cepat memerangi kekuatan di Indo-Pasifik, dan kesiapan kami untuk menghadapi semua pihak yang menentang norma-norma internasional yang mendukung stabilitas regional."

Beberapa hari sebelumnya, Angkatan Laut Amerika juga mengumumkan, kapal tempur litoral USS Gabrielle Giffords bergabung dengan dua kapal Pasukan Bela Diri Jepang untuk melakukan pelatihan di Laut China Selatan yang kontroversial pada hari Selasa pekan lalu.

Halaman
1234
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved