Antisipasi Tambah Pasien Positif Covid, Bupati SBD Minta Dinkes Kaji Pengadaan Alat Produksi Oksigen

Hal itu karena kebutuhan oksigen bagi seorang pasien khusus pasien positip corona cukup banyak.

POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Bupati SBD, dr.Kornelius Kodi Mete didampingi Kapokres SBD, Josep F..Mandagi, Dandim 1629 SBD, Laode M.Sabarudin, Plt Sekda SBD, Bernadus Bulu, Kepala BPBD, Yohanes Tende, kejari Sumba Barat dan pimpinan DPRD SBD memimpin rapat evaluasi kerja tim covid-19 SBD di lopo rujab SBD, Selasa (30/6/2020) 

Antisipasi Tambahnya Pasien Positif Corona, Bupati SBD Minta Dinkes Kaji Pengadaan Alat Produksi Oksigen

POS-KUPANG.COM|TAMBOLAKA---Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, dr.Kornelius Kodi Mete meminta dinas kesehatan untuk mengkaji pengadaan peralatan produksi oksigen untuk rumah sakit demi memenuhi kebutuhan oksigen bagi pasien. Hal itu karena kebutuhan oksigen bagi seorang pasien khusus pasien positip corona cukup banyak.

Bupati Kodi Mete menyampaikan hal itu menjawab usulan dr.Niko Yohanes Santoso Prabudi selaku direktur rumah sakit Karitas Weetabula, Sumba Barat Daya yang berharap perlunya pemerintah mengadakan alat produksi oksigen untuk mengantisipasi ketersediaan oksigen bila pasien positip virus corona bertambah.

Hal itu karena seorang pasien positip corona membutuhkan oksigen yang banyak karena pernafasannya terganggu.

Hal itu mengemuka dalam rapat evaluasi kerja tim covid-19 Kabupaten Sumba Barat Daya yang berlangsung di lopo rumah jabatan bupati Sumba Barat Daya yang dipimpin langsung Bupati SBD, dr.Kornelius Kodi Mete, Selasa (30/6/2020).

Hadir rapat itu, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, para camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, direktur rumah sakit karitas weetabula, Bandara Tambolaka, Pelabuhan Weekeloh, Karantina hewan dan berbagai pihak terkait lainnya.

Direktur rumah sakit Karitas Weetabula, SBD, dr.Niko Yohanes Santoso Prambudi dalam kesempatan itu menyampaikan bagimana rumah sakit Karitas menangani pasien dan ketersediaan oksigen terutama pasien positip virus.corona.

Menurutnya, dengan mencermati keterbatasan ketersediaan oksigen didalam melayani pasien apalagi pasien positip virus corona yang tentu membutuhkan oksigen yang cukup banyak.

Niko menambahkan, saat ini terjadi pandemi corona dan SBD masuk zona merah mengingat satu orang positip corona dan bisa saja bertambah ke depan maka mengusulkan kepada pemerintah mempertimbangkan mengadakan alat produksi oksigen demi memenuhi kebutuhan oksigen bagi rumah sakit untuk menangani pasien dimasa pandemi corona ini.

Menurutnya, bila sampai terjadi tambahan pasien positip corona yang membutuhkan oksigen yang banyak dalam penanganannya. Sementara stok oksigen tidak cukup maka akan merepotkan para medis rumah sakit sendiri. Hal itu berdampak kurang baik terhadap penanganan pasien itu sendiri.

Halaman
12
Penulis: Petrus Piter
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved