Ini Jawaban Bernadus Nuel Terkait Rencana Pembangunan Pabrik Semen di Matim
Ini jawaban Bernadus Nuel terkait rencana pembangunan pabrik semen di Manggarai Timur
Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | BORONG - Menanggapi gencarnya penolakan rencana investasi pembangunan pabrik semen di Luwuk, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Wakil Ketua 1 DPRD Matim, Bernadus Nuel, SH ketika dimintai tanggapanya mengatakan, secara pribadi ia belum bisa menanggapi terkait rencana investasi pabrik semen itu karena belum jelasnya AMDAL.
"Secara pribadi saya belum bisa tanggapin kalau AMDALnya belum jelas ijinnya. Kalau AMDALnya manakala merugikan masyarakat kami masuk, kami melindungi, menjaga masyarakat jangan sampai dibohong atau ditipu oleh perusahan," kata Bernadus kepada POS-KUPANG.COM, Senin (29/6/2020).
• Tiga Provinsi Ini Alami Penambahan Terbanyak Kasus Covid-19 di Indonesia Senin 29 Juni 2020
Bernadus juga mengatakan, namun hasil AMDALnya bagus dan tidak merugikan masyarakat serta lingkungan tentu ia setuju dengan kehadiran Pabrik semen itu.
"Kalau AMDALnya bagus secara pribadi, saya ikut pernyataan masyarakat itu ya saya setuju-setuju saja, ikutin pernyataan masyarakat, apalagi masyarakat setuju untuk tanah mereka dijual. Saya tidak punya hak juga untuk melarang mereka,"ungkap Bernadus.
• Kasus Covid-19 di Indonesia Terus Bertambah, Ini Data Senin 29 Juni 2020
Bernadus juga mengatakan, jika AMDALnya bagus tentu hadirnya perusahan itu sangat menguntungkan. Dimana sesuai penyampaian Gubernur NTT bisa memperoleh PAD Rp 80 miliar.
"PADnya cukup besar, luar biasa, bisa Manggarai Timur dalam tempo 5 tahun, Manggarai Timur mulai Infrastruktur jalan, jembatan itu pasti beres dengan demikian ekonomi masyarakat juga pasti maju,"ungkap Bernadus.
Dikatakan Bernadus, itu baru PAD, belum lagi dengan hadirnya Pabrik Semen itu tentu akan hadir Rumah Makan, Restoran, Kios, penginapan dan lain sebagainya tentu akan bisa mencapai PAD ratusan miliar rupiah pertahun.
Bernadus juga mengatakan ia sudah bersama dengan para anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur sudah turun langsung ke lokasi dan bertemu langsung dengan masyarakat pemilik tanah dan jawabanya masyarakat adalah tanah itu milik mereka dan mereka mau jual.
"Kemarin juga dengan Pak Gub turun langsung ke lokasi untuk bertemu masyarakat dan pernyataan masyarakat dibawa yang sama. Mereka mengatakan bahwa ini tanah, tanah kami (masyarakat pemilik), bukan tanahnya siapa-siapa ini tanah Pribadi kami yang kami mau jual,"ungkap Bernadus.
Bernadus juga mengatakan, sesuai penyampaian masyarakat juga bahwa sejak dari dulu mereka hidup menderita. Tidak ada pihak siapapun yang memperhatikan penderitaan mereka itu.
"Kami selama ini sejak jaman Nabi Adam, tidak ada yang urusin kami, tidak ada yang repot dengan kami. Giliran kami mau jual tanah pribadi kami, kok pada repotin, pada ribut,"ungkap Bernadus mengutip jawaban masyarakat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ini-jawaban-bernadus-nuel-terkait-rencana-pembangunan-pabrik-semen-di-matim.jpg)