John Kei Ditangkap

Sikap Anak Buah John Kei Ini Disorot, Berani Kepalkan Tangan Tepat di Belakang Polisi Apa Maksudnya?

Seorang anak buah John Kei tersangka penyerangan Nus Kei berani mengepalkan tangannya di belakang polisi.

Editor: Hasyim Ashari
Kompas TV/Bogor.tribunnews.com
Anak buah John Kei Disorot karena berani kepalkan tangan di belakang polisi 

Sikap Anak Buah John Kei Ini Disorot, Berani Kepalkan Tangan Tepat di Belakang Polisi, Apa Maksudnya?

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Seorang anak buah John Kei tersangka penyerangan Nus Kei berani mengepalkan tangannya di belakang polisi.

Moment ketika seorang tersangka mengacungkan kepalan tangannya tertangkap kamera Kompas TV.

Diketahui bersama kembali menggelar konferensi pers terkait kasus penyerangan Nus Kei oleh anak buah John Kei.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus memimpin konferensi pers tersebutu.

Dalam rekaman Kompas TV, Yusri Yunus menjawab sejumlah pertanyaan dari wartawan soal jenis senjata yang diamankan dari anak buah John Kei.

Menurut Yusri Yunus ada dua senjata api yang diamankan diduga digunakan dalam penyerangan Nus Kei.

"senjata api memang kita temukan, terakhir senjata api kedua,

pertama ada mereknya tapi tidak surat-suratnya,
yang satu rakitan, masih kita dalami," kata Yusri Yunus dikutip dari Youtube Kompas TV.

Yusri Yunus juga menjelaskan tersangka dan korban penyerangan saling kenal.

Malahan menurut Yusri Yunus mereka juga ada yang masih saudara.

"mereka semua kenal, bahkan masih ada yang hubungan saudara, ini masalah pribadi ini pun masih hubungan keluarga,

sama dengan yang lain masih hubungan keluarga dan saling mengenal,

ini yang memudahkan kami penyidik untuk bisa menangkap karena mereka saling kenal, tahu siapa yang merusak siapa yang melakukan pembunuahn mereka tahu," kata Yusri Yunus.

Setelah menjawab semua pertanyaan, para tersangka yang sebelumnya berdiri di belakang polisi disuruh untuk meninggalkan lokasi konferensi pers.

Saat sedang jalan berbaris, satu tersangka berkepala plontos tiba-tiba mengangkat kepalan tangannya ke arah wartawan.

Entah apa alasan pria tersebut mengangkap kepalan tangannya.

Melansir Tribun Jakarta, Ditreskrimun Polda Metro Jaya kini menemukan fakta terbaru dari peristiwa penyerangan tersebut.

Diketahui, sekitar 15 orang anak buah John Kei menggunakan sejumlah mobil merangsek masuk ke kluster Australia, Green Lake City, Cipondoh, mencari Nus Kei di rumahnya nomor 52.

Peristiwa itu membuat istri dan dua anak Nus Kei, Reni, Anggi dan Tio, harus naik ke lantai dua rumah lalu menyeberang ke rumah tetangga mereka.

Selain menyerang rumah Nus Kei, enam anak buah John Kei juga menyerang kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat hingga menyebabkan anak buah Nus Kei berinisial YCR alias ER meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka bacok.

Adapun, penyerangan tersebut dilatarbelakangi persoalan uang hasil jual tanah antara John Kei dan pamannya, Nus Kei.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menjelaskan, kelompok John Kei sempat berencana membakar rumah Nus Kei di Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang pada Minggu (21/6/2020).

Rencana pembakaran tersebut terungkap setelah polisi menangkap tersangka FGU di Kampung Simpang, Cibodas, Cianjur, Jawa Barat.

"Rupanya di dalam mobil itu sudah disiapkan plastik isi bensin, ada upaya untuk membakar rumah daripada milik NS pada saat itu. Setelah dilakukan pengrusakan akan dibakar," ujar Yusri.

Bensin itu disiapkan oleh anak buah John Kei yang masih berstatus buron.

Kendati demikian, rencana pembakaran rumah Nus Kei itu gagal.

Anak buah John Kei hanya merusak rumah Nus Kei, menabrak gerbang perumahan hingga menyebabkan seorang sekuriti terluka, dan melepaskan tujuh kali tembakan yang menyebabkan satu pengemudi ojek online mengalami luka tembak pada bagian kaki.

"Dia (FGU) sempat melempar ke dalam tapi dia enggak sempat membakar," jelas Yusri.

YDR Masuk Target John Kei

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menjelaskan dua anak buah Nus Kei di Duri Kosambi korban anak buahJohn Kei.

"Satu orang meninggal dunia atas nama ER karena luka bacok di beberapa tempat dan satu orang lagi empat jari tangannya putus akibat bacokan atas nama AR," ucap Nana dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2020).

Menurut Nana, John Kei kuat terlibat dalam kasus ini karena penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menemukan pesan di ponsel anak buahnya.

"Setelah membuka hape pelaku, didapati perintah saudara John Kei kepada anggotanya. Indikatornya, adanya perencanan pembunuhan terhadap saudara NK dan ER atau YDR," terang Nana.

"Kemudian ada pembagian tugas dan peran. Sasarannya adalah NK dan EDR. Juga ada yang bertugas mencari sasaran lain, yakni melakukan pengamanan," imbuh dia.

Setelah misi pertama selesai, anggota kelompok John Kei bergerak menuju Green Lake City dan menerobos gerbang kluster Australia.

Miftah warga setempat terjekut mendengar letusan pistol dari orang-orang yang berkerumun mencari Nus Kei di rumahnya.

"Ada suara tembakan dan kondisinya ramai," ucap warga perumahan elite di Kota Tangerang itu kepada Warta Kota.

Kebanyakan mereka membawa golok, pistol. Warga sekitar mendadak resah dan suasana sempat mencekam.

Heriyanto, petugas sekuriti kompleks memastikan orang-orang berbadan tegap itu berpenutup muka dan membuat keributan di rumah Nus Kei.

"Mereka mengamuk di rumah Bapak Nus Kei. Dua kendaraan milik Bapak Nus Kei dirusak," terang Heriyanto.(*)

* TERKUAK, Sebelum Serang Nus Kei,Kelompok John Kei Sempat Bertemu untuk Pembagian Peran dan Senjata 

Satu per satu terungkap fakta dalam kasus penyerangan di Green Lake City oleh kelompok John Kei.

Ternyata sebelum melakukan penyerangan di rumah Nus Kei yang berada di klaster Australia, Green Lake City, Tangerang Kota dan daerah Duri Kosambi, Jakarta Barat, kelompok John Kei adakan pertemuan untuk pembagian peran dan senjata.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Direktur Kriminal Umum (Wadirkrimum) Polda Metro Jaya, AKPB Jean Calvijn Simanjuntak dalam video yang diunggah di kanal YouTube Kompas TV, Rabu (24/6/2020).

Informasi itu didapat setelah melakukan pemeriksaan mendalam terkait John Kei bersama anggota kelompoknya.

Di mana mereka diduga terlibat dalam kejadian pengerusakan di rumah Nus Kei serta penganiayaan berat yang terjadi di Duri Kosambi.

Dalam peristiwa penganiayaan di Duri Kosambi, satu orang ditemukan meninggal dunia.

AKBP Jean menjelaskan terdapat beberapa kali pertemuan dalam perencanaan dua peristiwa tersebut.

Pertemuan dilakukan beberapa kali di daerah Kelapa Gading, Bekasi, dan Cempaka Putih.

Fakta itu terungkap setelah rekonstruksi dilakukan oleh pihak kepolisian, pada Rabu (24/6/2020) kemarin.

Di pertemuan tersebut, AKBP Jean menyebutkan ada proses pembagian peran bagi masing-masing anggota untuk melakukan penyerangan.

Tak hanya itu, pembagian senjata yang akan digunakan juga dibahas dalam pertemuan.

"Informasi ini berjalan dan dikembangkan dan beberapa fakta dari keterangan yang diambil, bahwa ada adegan pertemuan-pertemuan yang merencanakan dua kejadian yang saya sampaikan tadi," terang AKBP Jean.

"Pertemuan sebelumnya itu pembagian terkait dengan peran masing-masing dan senjata yang digunakan," tambahnya.

AKBP Jean mengungkapkan pertemuan terjadi pada Sabtu (20/6/2020) malam, sebelum terjadi penyerangan.

Pertemuan dilangsungkan di Bekasi, tempat di mana John Kei dan puluhan anggotanya kemudian digerebek oleh kepolisian.

Dari informasi yang juga didapat, ada peran dari John Kei dalam pengumpulan masa terkait penyerangan yang terjadi.

Selain itu, John Kei juga memiliki peran di pertemuan-pertemuan sebelumnya.

"Malam harinya, tanggal 20 itu ada pertemuan di Tytyan, lokasi penggerebekan di situ jelas dikatakan ada beberapa keterangan yang ikut hadir."

"Bahwa ada peran dari JK yang mengumpulkan dan pertemuan-pertemuan sebelumnya," jelas AKBP Jean.

Dalam pertemuan yang dilakukan, diduga John Kei serta anggota kelompoknya merencanakan pembunuhan terhadap Nus Kei.

Sementara itu, sebelum penyerangan di Green Lake City terjadi, Nus Kei sudah mengajak John Kei untuk menyelesaikan masalah di tempat netral, namun ditolak.

Sejak John Kei keluar dari Nusakambangan pada Desember 2019 lalu, Nus Kei mengaku sudah ingin menemui keponakannya itu.

Ia berusaha meminta tolong kepada kerabat dan rekan yang sama-sama berasal dari Pulau Kei, Maluku.

Nus Kei meminta bantuan agar bisa dipertemukan dengan John Kei untuk menyelesaikan masalah.

Melalui rekan dan kerabat dari Kei, Nus Kei bisa berkomunikasi dengan John Kei dan meminta untuk bertemu.

"Ketika beliau keluar bulan Desember 2019, saya sudah berusaha lewat teman-teman, adik-adik, dan saudara saya yang dari Kei untuk pertemukan kami," tutur Nus Kei.

"Saya bilang coba kalian komunikasi dengan beliau, siapa tahu beliau punya waktu kami bisa bertemu," tambahnya.

Dalam perencanaan tersebut, Nus Kei meminta agar bisa bertemu di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta.

Karena tempat itu dinilai wilayah yang netral untuk pertemuan John Kei dan Nus Kei.

Namun ajakan dari Nus Kei itu ditolak oleh John Kei.

Nus Kei menuturkan, John Kei selalu meminta agar pertemuan diadakan di rumahnya.

Secara tegas Nus Kei menolak tawaran tersebut karena rumah John Kei dirasa bukan tempat yang netral untuk mengadakan pertemuan.

Nus Kei terus mengupayakan agar pertemuan dengan John Kei dilangsungkan di tempat netral.

Akan tetapi John Kei terus menolak ajakan dari pamannya itu.

"Tapi saya minta ketemunya itu di Plaza Indonesia, beliau itu selalu mau ketemu di rumahnya, saya nggak mau," ungkap Nus Kei.

"Saya bilang alangkah baiknya kami ketemu di tempat yang paling netral, di situ beliau nggak mau," lanjutnya.

Dalam rencana pertemuan itu, Nus Kei menjelaskan akan membicarakan mengenai masalah dengan John Kei.

Di mana masalah tersebut menjadi akar dari terjadinya penyerangan di rumah Nus Kei pada Minggu (21/6/2020).

Yakni persoalan mengenai jual beli tanah yang berada di Ambon, Maluku.

"Agendanya ya itu untuk membicarakan masalah yang memang menjadi penyebab penyerangan ini," terang Nus Kei.  (Tribunnews.com/Febia Rosada)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Video Anak Buah John Kei Angkat Kepalan Tangan Kanan di Belakang Polisi, Tujuannya Apa ?, https://bogor.tribunnews.com/2020/06/26/video-anak-buah-john-kei-angkat-kepalan-tangan-kanan-di-belakang-polisi-tujuannya-apa?page=all

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved