Breaking News:

News

Astaga, Barang Bantuan Masyarakat TTS Berkarat di Gudang Dinas Sosial, Marthen: Kerja Model Apa Ini

Pasus LKPj melakukan sidak ke gudang Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) TTS, Selasa (23/6).

Penulis: Dion Kota | Editor: Benny Dasman
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Nampak alat perbengkelan hasil pengadaan tahun 2019 masih tersimpan digudang Dinsos Kabupaten TTS 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota

POS KUPANG, COM, SOE - Pasus LKPj melakukan sidak ke gudang Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) TTS, Selasa (23/6).

Di Gudang Dinsos TTS, pansus menemukan barang-barang pengadaan tahun 2019 berupa alat perbengkelan, pertukangan, kursi dan tenda, namun sampai tahun 2020 ini belum disalurkan kepada karang taruna sebagai kelompok penerima.

Kepala Dinsos TTS, Nikson Nomleni, beralasan belum disalurkannya barang bantuan tersebut disebabkan pihaknya masih melakukan verifikasi proposal. Dia berjanji sebelum tahun 2020 berakhir barang-barang tersebut sudah diserahkan kepada kelompok penerima.

"Tahun ini barang-barang itu sudah kita serahkan kepada kelompok penerima. Kita masih melakukan verifikasi dan validasi proposal yang masuk. Jika sudah selesai langsung kita serahkan," janjinya.

Di Dispora TTS, pansus menemukan barang perbengkelan pengadaan tahun 2017 sebanyak lima unit belum diberikan kepada kelompok penerima dengan alasan masih melakukan verifikasi berkas penerima. Juga alat olahraga tahun 2018 dan 2019 untuk beberapa cabang olahraga, juga belum diserahkan, masih menumpuk di gudang Dispora.

Ketua Pansus LKPJ, Marthen Tualaka, mengaku miris melihat barang bantuan berkarat di gudang dinas karena alasan masih melakukan verifikasi berkas proposal yang masuk. Dia tak habis pikir apa yang membuat proses verifikasi dan validasi proposal memakan waktu hingga bertahun-tahun.

"Ini sudah habis tahun, LKPj Bupati Tahun 2019 sudah habis tapi bantuan 2019 belum serahkan kepada kelompok penerima. Bahkan ada bantuan dari 2017 yang belum diserahkan juga. Ini verifikasi berkas model apa sampai makan waktu begini lama," keluh Marthen.

Wakil Ketua Pansus, Uksam Selan mengutarakan hal senada. Dia menyayangkan masih bertumpuknya barang bantuan di gudang dinas padahal dalam laporan LKPj semua beres.

"Dalam LKPj semua beres, tapi kenyataannya di gudang, bahkan dari 2017, ada yang belum serahkan kepada kelompok penerima. Ini barang bantuan sudah ada yang berkarat karena simpan terlalu lama di gudang," tegasnya. *

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved