Breaking News:

Petani Malaka Minta Pemkab Tetap Pertahankan Program RPM

Bupati Stefanus Bria Seran atau akrab disapa SBS tetap mempertahankan program Revolusi Pertanian Malaka (RPM)

POS-KUPANG.COM/EDY HAYONG
Elfiana Seran salah satu petani di Desa Naas, Kecamatan Malaka Barat, saat membersihkan lahan sawah, Rabu (24/6). 

Petani Malaka Minta Pemkab Tetap Pertahankan Program RPM

POS-KUPANG.COM I BETUN--Para petani di Kabupaten Malaka meminta pemerintah kabupaten dibawah kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran atau akrab disapa SBS tetap mempertahankan program Revolusi Pertanian Malaka (RPM).

Pasalnya, program RPM ini sungguh dirasakan petani karena tidak saja memenuhi kebutuhan makan setiap hari saja. Tetapi dari sektor pertanian ini petani bisa menjual hasil keluar daerah untuk mencukupi ekonomi keluarga dan bidang kehidupan lainnya.

Hal ini diungkapkan Elfiana Seran salah satu petani di Desa Naas, Kecamatan Malaka Barat, Rabu (24/6).

Menurut Elfiana, mengolah sawah bukan hanya sekedar untuk kepentingan dapur, tetapi lebih dari itu untuk kebutuhan lain - lainnya. Apalagi dirinya  seorang singel parents yang harus banting tulang membiayai kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anaknya.

"Saya ini tidak saja sebagai ibu tapi bapak juga dalam mengurus kehidupan rumah tangga. Saya butuh banyak biaya untuk memberi nafkah keempat anak saya. Kalau  tidak kerja, bagaimana bisa  untuk membiayai kebutuhan putra putri saya," ujar Elfiana dengan nada optimis.

Menurut Elfiana, setiap program dan kebijakan pemerintah di tingkat atas harus didukung penuh. Dirinya juga petani lain di Malaka selama ini sangat mendukung progran RPM yang dicetuskan Bupati SBS. Petani membuktikan dengan setiap hari turun ke sawah mengolah lahan, menanami bibit, merawat dan memelihara sampai panen hasil.

“Kami sangat mendukung Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang sudah dicanangkan oleh Bupati Malaka. Program RPM itu sangat bagus dan cocok dengan kondisi masyarakat Malaka yang mayoritasnya petani," katanya.

Dirinya mengakui kalau selama ini pendampingan dari dinas teknis selalu dilakukan. Petani selalu mendapatkan masukan yang cukup banyak dalam hal pengolahan hasil pertanian lebih khusus padi dan jagung.

"Walaupun selama tiga bulan ini pandemi corona melanda juga di Malaka tetapi kami petani terus mengolah lahan sawah. Apalagi hujan sekarang agak lumayan walaupun datang agak terlambat. Kami selalu ikuti protokoler kesehatan kalau kerja di sawah. Pulang cuci tangan pakai sabun," tambah Elfiana.

Dirinya menegaskan, berkat RPM ini petani semakin  semangat dalam menjalankan tugas  sebagai petani. Program ini harus tetap dipertahankan agar kedepan Malaka diharapan bisa menjadi lumbung pangan nasional.

Untuk diketahui, Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang dicetus Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Daniel Asa (Alm) benar-benar menjawabi kebutuhan petani sawah di Malaka.

Masuk New Normal Semua Penumpang Tujuan Kupang Wajib Pakai Masker

Kunker, Gubernur Viktor : Manggarai Raya di 2022 Sudah Tidak Ada Jalan Propinsi yang Rusak lagi

Kunker, Gubernur Viktor : Manggarai Raya di 2022 Sudah Tidak Ada Jalan Propinsi yang Rusak lagi

Wajib Tahu Guys,Cara Mudah Mendapatkan Zat Besi yang Berguna Bagi Tubuh, Kepoin 12 Makanan Ini

Melalui program RPM, pemerintah kosentrasi mengurus sejumlah kebutuhan petani sawah seperti, traktor, irigasi, benih unggul, pupuk, obat-obatan dan pendampingan. Ketika kebutuhan ini terpenuhi maka petani tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan sawah. Hasil yang dicapai juga memuaskan bagi petani.Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong/Advetorial)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved