Breaking News:

News

Virus ASF 'Bunuh' 3.030 Ekor Babi di TTS, Billy Sebut Para Peternak Rugi Besar Capai Rp 9 Miliar

Serang virus African Swine Fever (ASF0 yang melanda Kabupaten TTS sejak Februari lalu membunuh 3030 ekor babi di daerah itu.

ISTIMEWA/Facebook Imelda Sau
Ternak babi milik Imelda Sau yang mati secara tiba-tiba. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota

POS KUPANG, COML SOE - Serang virus African Swine Fever (ASF0 yang melanda Kabupaten TTS sejak Februari lalu membunuh 3030 ekor babi di daerah itu.

Jika per ekornya dihargai Rp 3 juta, kerugian peternak setempat mencapai Rp 9 miliar lebih.

Kadis Peternakan TTS, drh. Benyamin Billy, di ruang kerjanya, Jumat (19/6), mengakui hingga saat ini laporan babi yang mati akibat serangan ASF ke dinas peternakan setempat mencapai 3030 ekor. Jumlah kasus tersebut, diakuinya, di luar kasus kematian babi yang tidak dilaporkan ke dinas.

"Kalau yang tercatat di dinas ada 3030 ekor yang mati, tapi saya yakin kalau jumlah riilnya di lapangan lebih dari angka itu. Masih banyak kasus kematian babi yang tidak dilaporkan masyarakat ke dinas," ungkap Benyamin.

Apakah saat ini angka kasus kematian babi akibat ASF masih tinggi, Benyamin mengaku sudah turun drastis. Jika sebelumnya dalam sehari kasus kematian babi bisa mencapai ratusan ekor, kini turun menjadi satu-dua ekor sehari.

Benyamin menyebut penurunan angka kematian babi akibat ASF berhubungan erat dengan pembatasan sosial sebagai dampak adanya virus corona. Mobilisasi manusia dan ternak yang dibatasi, tidak hanya mencegah penyebaran virus corona tetapi juga mencegah penyebaran virus ASF.

"Pembatasan sosial menjadi salah satu faktor menekan angka kasus kematian babi akibat ASF di TTS," jelasnya.

Ketika ditanyakan langka antisipasi untuk mencegah kembali meledaknya kasus kematian babi akibat ASF, Benyamin meminta para peternak harus menjaga kebersihan kandang, sanitasi dan pakan ternak. Mobilisasi ternak antar kabupaten harus dikontrol untuk mencegah masuknya babi terinfeksi virus ASF ke TTS.

"Hingga saat ini vaksin ASF belum ditemukan. Oleh sebab itu untuk mencegah penyebaran virus ASF peternak harus menjaga kebersihan kandang, sanitasi, juga pakan ternak," imbuhnya. *

Penulis: Dion Kota
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved