Kepala BKKBN Provinsi NTT : Keluarga Harus Memiliki Perencanaan yang Matang

Apakah calon penganting (pasangan) memiliki pendidikan yang tinggi? Apalah calon pengantin sudah memiliki pekerjaan yang bisa menopang

POS-KUPANG. COM/ONCY REBON
Kepala BKKBN NTT, Marianuas Mau Kuru, SE. MPH, bersama para kepala bidang, pada momen peresmian rangkaian kegiatan peringatan Harganas ke 27, Jumad, 19/06/2020. 

Kepala BKKBN Provinsi NTT : Keluarga Harus Memiliki Perencanaan yang Matang

POS-KUPANG. COM|KUPANG-- Kepala BKKBN Provinsi NTT, Marianus Mau Kuru,SE., MPH, mengatakan, sebuah keluarga butuh perencanaan yang matang. 

"Direncanakan dengan baik itu apa?. Apakah calon penganting (pasangan) memiliki pendidikan yang tinggi? Apalah calon pengantin sudah memiliki pekerjaan yang bisa menopang kehidupan keluarganya. Jika 2 hal ini sudah dimiliki, orang boleh merencanakan sebuah pernikahan. Karena orang menikah itu untuk mencapai kebahagiaan."ujar Marianus, pasca meresmikan rangkaian kegiatan peringatan Harganas (Hari Keluarga Nasional) ke 27, Jumad, 19/06/2020.

Setelah menikah, sambungnya, keluarga itu harus dibangun dengan hati. Kebersamaan yang sudah diikat menjadi satu kesatuan, tidak boleh diceraikan oleh siapapun di dunia ini, kecuali maut yang memisahkan.

Menurut Marianus, suami-istri harus memiliki suatu visi, bagaimana membahagiakam keluarga dan bagaimana menyukseskan masa depan anak-anak.

"Anak-anak yang harus sehat, cerdas, memiliki pendidikan tinggi, dan memiliki pekerjaan yang bahkan melampaui orangtuanya." tandasnya

Ia berpesan bahwa, setiap pasangan harus menerapkan 8 fungsi keluarga. Jika setiap keluarga menerapkan 8 fungsi tersebut dengan baik, maka keluarga tersebut dipastikan akan berbahagia.

Dalam fungsi reproduksi, dituntut adanya perencanaan jumlah anak sesuai dengan kemampuan ekonomi keluarga dan kemampuan kesehatan reproduksi ibu. Selain itu, harus ada jaga jarak.

BKKBN selalu mengumandangkan hindari 4 terlalu. Seorang perempuan tidak boleh terlalu muda, terlalu dekat, terlalu banyak, terlalu tua hamil dan melahirkan anak-anak.

"Angka kematian Ibu dan Bayi di NTT masih tertinggi di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah, banyak keluarga kita, pasang usia subur kita berada dalam kondisi 4 terlalu tadi, " kata Marianus

Ia juga menyampaikan agar, jarak kelahiran bayi harus diatur 3 sampai 5 tahun.

Dikatakan Marianus, dirinya sudah mengampanyekan diberbagai kesempatan, termasuk diberbagai media bahwa, BKKBN tidak membatasi kelahiran. Tetapi BKKBN mengampanyekan kepada keluarga, supaya seluruh keluarga merencanakan kehidupannya dengan baik, termasuk masa depan anak-anak.

Sekda Sumba Timur Domu Warandoy : New Normal Bukan Sudah Bebas Corona

Ayo Ikuti Lomba Video Kreatif Stop Narkoba BNN Kota Kupang, Syaratnya Mudah Hadiahnya Berlimpah

Sepekan Terapkan New Normal, Sumba Timur Tambah Dua Pasien Positif Covid-19

"Karena masa depan anak itu merupakan hak asasi, untuk tumbuh kembangnya, maupun untuk pendidikan setinggi-tingginya," ujar Marianus. (Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Oncy Rebon)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved