Breaking News:

Terserang Virus ASF, 2709 Ekor Babi Masyarakat Sumba Barat Mati

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Barat, drh.Amadoku Wedo mengatakan semenjak positip terserang virus African Swine Fever (ASF)

POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Kadis Peternakan Sumba Barat, drh.Hamadoku Wedo 

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK---Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Barat, drh.Amadoku Wedo mengatakan semenjak positip terserang virus African Swine Fever (ASF) tanggal 4 April 2020 hingga 19 Juni 2020 menyebabkan 2709 ekor babi milik masyarakat Sumba Barat mati.

Penyakit ASF lebih berberbahaya dibandingkan dengan penyakit hog cholera karena belum ditemukan obat dan vaksinya.

Tim Reskrim Polsek Kelapa Lima dan Tim Buser Polres Belu Berhasil Bekuk Pelaku Pencurian

Karena itu perlu ekstra hati-hati pemilik ternak babi terutama selalu membersihkan kandang, penyemprotan disinfektan di kandang serta melarang orang lain mendatangi kandang ternaknya. Saat ini populasi ternak babi di Kabupateh Sumba Barat tahun 2020 diperkirakan sekitar 58.000 ekor babi.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Barat, drh.Amadoku Wedo menyampaikan hal itu di kantornya, Jumat (19/6/2020). Menurutnya, serangan virus ASF belum mereda dan sulit terbendung. Karena itu masyarakat diminta selalu waspada.

TRIBUNWIKI: Menikmati Pesona Air Terjun Ogi di Ngada Flores Saat New Normal

Lebih lanjut, ia menjelaskan, masyarakat Sumba Barat boleh beternak kembali babi enam bulan setelah kejadian ini dan negatif tertular virus ASF melalui hasil uji laboratorium.

Ditambahkan semenjak virus ASF menyerang babi di Pulau Timor, September 2019, sebetulnya pemerintah sudah mengantisipasi dengan menggelar pertemuan bersama pemerintah Propinsi NTT dimana meminta Pulau Sumba diisolasi agar tidak masuk babi dari luar ke Sumba.

Namun sayangnya, kondisi itu tak terelakan dengan terserangmya virus ASF atas ternak babi milik masyarakat Sumba Barat sejak April 2020 dan masih berlangsung sampai sekarang. Sebagai masyarakat Sumba Barat tentu berharap agar persoalan tersebut segera berlalu agar masyarakat kembali beternak babi seperti biasa.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved