Breaking News:

DPRD Pelajari Laporan Hengky Marloanto Tentang Maladministrasi Izin di DPMPTSP Kota Kupang

PRD Kota Kupang telah menerima laporan dari pengusaha Hengky Marloanto mengenai dugaan maladministrasi pengurusan perizinan

DPRD Pelajari Laporan Hengky Marloanto Tentang Maladministrasi Izin di DPMPTSP Kota Kupang
Pos Kupang/Hermina Pello
Yeskiel Loudou

POS-KUPANG.COM | KUPANG - DPRD Kota Kupang telah menerima laporan dari pengusaha Hengky Marloanto mengenai dugaan maladministrasi pengurusan perizinan yang terjadi di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kupang.

Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe mengaku baru menerima dan mempelajari laporan Hengky Marloanto.

Politisi PDI Perjuangan ini berjanji memanggil pihak DPMPTSP untuk klarifikasi. "Sebagai lembaga dewan, saya perlu panggil dinas terkait dan tanya tentang laporan itu," ujar Yeskiel, Jumat (19/6).
Menurutnya, DPMPTSP harus menjelaskan masalah ini.

"Kalau memang sudah ada aturannya, ya...harus ditindaklanjuti. Jangan sampai aturannya tidak boleh, tapi masih diambil pungutan-pungutan. Itu yang perlu saya bicarakan dengan dinas terkait," tandas Yeskiel.

Nikmati Double Point Saat Belanja di Informa Kupang

Pengusaha Hengky Marloanto melaporkan DPMPTSP Kota Kupang kepada Ombudsman RI Perwakilan NTT karena melakukan maladministrasi dengan memungut retribusi izin gangguan dan retribusi Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Laporan tersebut tembusannya disampaikan kepada DPRD Kota Kupang. Pos Kupang juga menerima tembusan surat bernomor 012/HK/05/2020 tanggal 3 Juni 2020 tersebut.

Ombudsman RI Perwakilan NTT juga sudah menerima pengaduan yang disampaikan pengusaha Hengky Marloanto mengenai dugaan maladministrasi yang dilakukan DPMPTSP Kota Kupang.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT Darius Beda Daton membenarkan bahwa laporan Hengky Marloanto telah diterima dan diverifikasi.

TDM Dapat Bantuan APD dari Eurico Guteres

"Laporan Pak Hengky ini baru kami terima sehingga masih diverifikasi di Bagian Penerimaan dan Verifikasi," ujar Darius saat dikonfirmasi, Jumat (5/6) lalu.

Menurut Darius, pihaknya akan memeriksa laporan tersebut. "Jika sudah memenuhi syarat sebagai laporan baru kami periksa laporannya," terang Darius. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka dan Ryan Nong)

Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved