Badai Hantam Jalan Pantura Sikka, DPRD Sikka Angkat Bicara Lagi
Gelombang laut di pesisir pantai utara (Pantura) Sikka, Pulau Flores tepatnya di Desa Magepanda terus memporak-porakan ruas jalan strategi
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG-COM-MAUMERE-Gelombang laut di pesisir pantai utara (Pantura) Sikka, Pulau Flores tepatnya di Desa Magepanda terus memporak-porakan ruas jalan strategis nasional di wilayah tersebut.
Badai yang menghantam pesisir Pantura Sikka membuat arus kendaraan yang melintas dari Maumere ke Ende dan sebaliknya terganggu.
Pasalnya, gelombang laut sekira 4 meter masuk sampai ke badan jalan.
Kendaraan roda dua dan empat yang mau melintas terpaksa berhenti.
Bahkan kendaraam roda dua didorong saja agar terhindar dari air laut.
Badai di Pantura Sikka setiap tahun selalu terjadi.
Penanganan kerusakkan jalan dengan membuat turap penahan gelombang pun telah dibangun.
Akan tetap sudah hancur karena gelombang laut cukup keras.
Menyikapi badai di Pantura Sikka, Diki Raja, anggota DPRD Sikka angkat bicara meminta perhatian pemerintah.
Diki kepada POS-KUPANG.COM di Maumere, Sabtu (20/6/2020) siang menjelaskan, penanganam dan tanggungjawab kerusakkan jalan karena gelombang tersebut ada di Pemprov NTT.
• BREAKING NEWS : Kecelakaan Tragis Terjadi di Bundaran Tirosa Kota Kupang
Pasalnya, ruas jalan dihantam gelombang menghubungi Kabupaten Sikka dan Ende.
Diki meminta pemerintah segera mengambil langkah penanganan agar jalan tidak putus lalu mengganggu arus kendaraan dan barang dari Sikka ke Ende dan sebaliknya.(ris)

