Senin, 27 April 2026

New Normal Pelaku Perjalanan di Sumba Timur Meningkat

Semenjak penerapan tatanan normal baru atau new normal, pelaku perjalanan di Kabupaten Sumba Timur meningkat

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Semenjak penerapan tatanan normal baru atau new normal, pelaku perjalanan di Kabupaten Sumba Timur meningkat. Pada Senin, 15 Juni 2020, pelaku perjalanan sebanyak 4.554 orang dan saat ini sudah mencapai 4.717 orang.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Posko Percepatan Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease ( Covid-19) Sumba Timur, Kamis (18/6/2020), menunjukkan, data pelaku perjalanan di wilayah ini meningkat semenjak hari pertama pemberlakuan new normal.

Pada Senin 15 Juni 2020, pelaku perjalanan 4.554 orang yang mana 4.299 telah selesai karantina mandiri dan 255 masih melakukan karantina mandiri.

Tragis, Pelajar SMP Ini Mengendara Sepeda Motor Malah Cabut Nyawa Guru SMK, Begini Kronologinya

Sedangkan hingga Kamis (18/6/2020) ,pelaku perjalanan di Sumba Timur mencapai 4.717 orang dengan rincian, 4.383 orang telah selesai karantina mandiri dan 334 orang masih melakukan karantina mandiri.

Pada Selasa 16 Juni 2020,jumlah pelaku perjalanan sebanyak 4. 562 orang. Sebanyak 4.343 orang telah selesai karantina mandiri dan 219 pelaku perjalanan masih melakukan karantina mandiri.

Tersangka Korupsi Bank NTT Cabang Surabaya Ditahan Jaksa NTT , Kredit Macet Capai Rp 126 miliar

Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur,dr. Chrisnawan Try Haryantana mengatakan, sampai saat ini, Pemerintah Sumba Timur tetap melakukan pengawasan terhadap pelaku perjalanan.

"Kita tetap awasi dan waspada terhadap semua pelaku perjalanan. Misalnya ada pelaku perjalanan yang punya gejala maka diarahkan untuk periksa di fasilitas kesehatan. Jadi kita waspadai sehingga tidak ada sesuatu yang lepas kendali," ujarnya.

Chrisnawan juga mengatakan, aktivitas masyarakat harus dimulai kembali dengan menerapkan pola baru sesuai protokol kesehatan.

"Para ahli katakan tidak bisa memprediksi wabah ini selesai kapan. Karena itu, kita harus beraktivitas. Jika kita tidak beraktivitas,maka ekonomi kita tidak akan bergerak," katanya.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoy, S.H,M.Si mengatakan, memasuki penerapan tatanan kehidupan normal baru, Pemerintah Sumba Timur akan mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa new normal bukan sudah selesai bencana non alam, melainkan kehidupan dengan tatanan yang baru.

"Dalam menjalankan new normal ini, kita tegaskan soal penerapan semua protokol kesehatan, terutama pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan," kata Domu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved