Rabu, 22 April 2026

Kapal Fery Batal Berlayar, Tiga PMI Asal Sikka Urung Dijemput

Tim Gugus Tugas Covid-19 Sikka, batal menjemput kepulangan tiga Pekerja Migran Indonesia ( PMI) dari Pelabuhan Marapokot

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO'A
Jubir Satgas Covid-19 Sikka, Petrus Herlemus 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE---Tim Gugus Tugas Covid-19 Sikka, batal menjemput kepulangan tiga Pekerja Migran Indonesia ( PMI) dari Pelabuhan Marapokot, Kamis (18/6/2020).

Pembatalan itu menyusul penundaan pelayaran kapal feri dari Pare-Pare ke Marpokot, Kabupaten Nagekeo karena gelombang tinggi dan angin kencang.

"Sebenarnya hari ini kita akan jemput tiga orang PMI dari Pare-Pare, tetapi pihak fery menyatakan kapal tidak bisa menyeberang karena gelombang tinggi," kata Jurubicara Satgas Covid-19 Sikka, Petrus Herlemus, kepada wartawan di Posko Covid-19, Kamis pagi.

Sikka Tambah Empat Pasien Covid-19 Sembuh Menjadi 17 Orang

Ia mengatakan,ketiga PMI asal Sikka dari Nunukan saat ini masih bertahan di Makassar menunggu sampai cuaca membaik dan kapal kembali berlayar.

"Kita tunggu sampai cuaca membaik dan mereka kembali ke Marpokot, dan tim akan ke sana jemput mereka," kata Herlemus.

Dalam konferensi pers, Rabu (17/6/2020), Herlemus menyatakan Satgas Covid-19 Sikka akan menjemput tiga PMI asal Sikka di Mara

Menko Polhukam dan Mendagri Disambut Tarian Likurai di Atambua

pokot.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sikka, Germanus Goleng,mengakui pemerintah tidak memiliki data pasti PMI ilegal asal Sikka berkerja di luar NTT. Keberangkatan mereka tidak diketahui pemerintah daerah.

Gelombang kepulangan PMI asal Sikka merupakan bagian dari sekitar 5000-an PMI di Propinsi NTT kembali ke NTT dalam masa pandemi Covid-19. (laporan wartawan POS-KUPANG.COM, eginius mo'a)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved