Breaking News:

Pansus LKPJ Segera Rekomendasikan Bangunan Perusahaan Air Mineral Ke APH

Bangunan yang dikerjakan dengan menelan anggaran 3,6 Miliar ini, diketahui tidak pernah difungsikan pasca selesai dikerjakan.

Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Nampak Pansus LKPJ sedang meninjau gedung perusahaan air mineral milik Pemda TTS yang dalam kondisi rusak berat, Jumat (15/6/2020) sore 

Pansus LKPJ Segera Rekomendasikan Bangunan Perusahaan Air Mineral Ke APH

POS-KUPANG.COM | SOE -- Pansus LKPJ, Senin (15/6/2020) melalukan sidak ke gedung perusahaan air mineral milik Pemda TTS yang dibangunan tahun 2008 silam.

Bangunan yang dikerjakan dengan menelan anggaran 3,6 Miliar ini, diketahui tidak pernah difungsikan pasca selesai dikerjakan.

Saat ini, bangunan yang terletak persis di samping kantor PDAM Soe ini dalam kondisi rusak parah.

Mendapati kondisi bangunan yang yang tidak difungsikan dan dalam kondisi rusak, pansus LKPJ langsung menyebut bangunan tersebut gagal total. Pansus LKPJ akan mendorong masalah tersebut ke aparat penegak hukum ( APH) guna diperoses hukum.

"Ini bangunan dibangun pakai uang miliaran tapi gagal total. Bangun habis tidak difungsikan dan dibiarkan begitu saja hingga rusak seperti ini. Kita (Pansus) akan merekomendasikan masalah ini kepada APH agar bisa diproses," ungkap Marthen Tualaka, Ketua Pansus LKPJ saat meninjau bangunan perusahaan air mineral milik Pemda TTS.

Padahal sebelumnya, pada Agustus 2019 silam, Bupati TTS, Egusem Piether Tahun berjanji akan secepatnya mengoperasikan perusahaan air mineral milik Pemda TTS tersebut. Namun hingga kini, janji tersebut masih sekedar isapan jempol semata.

Bupati Tahun berencana mengaktifkan perusahaan air mineral tersebut dengan menggandeng Bank NTT dan perusahaan air mineral Soefitta, namun hingga kini rencana tersebut masih sekedar wacana.

Oleh sebab itu, Wakil Ketua Pansus LKPJ, Uksam Selan menangih janji yang sempat diumbar Bupati Tahun tersebut. Dirinya mendorong agar Pemda TTS dibawa kepemimpinan Bupati Tahun harus bisa menghidupkan perusahaan air mineral milik Pemda TTS tersebut.

"Mana Pemda TTS dengan dukungan anggaran yang besar kalah dengan perusahaan air mineral swasta. Padahal dari segi modal Pemda memiliki modal yang besar dan didukung sumber daya manusia. Namun kenyataannya kita kalah dari perusahaan air mineral swasta. Oleh sebab itu kita berharap Pemda bisa secepatnya menghidupkan perusahaan air minum mineral ini," pintanya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved