Breaking News:

Berita Rocky Gerung

Rocky Gerung Ternyata Pernah Selamatkan Juru Bicara Jokowi Fadjroel Rachman Saat Melawan Orde Baru

Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman ternyata adalah teman lama dari Bintang ILC TV ONe Rocky Gerung, akademisi yang getol mengkritik Jokowi.

(Youtube channel Kompas tv)
Fadjroel Rachman dan Rocky Gerung debat panas 

Rocky Gerung Ternyata Pernah Selamatkan Juru Bicara Jokowi Fadjroel Rachman Saat Melawan Orde Baru

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman ternyata adalah teman lama dari Bintang ILC TV ONe Rocky Gerung, akademisi yang getol mengkritik Jokowi.

Hal itu terungkap dalam acara Rosi Kompas TV yang tayang Kamis malam (11/6/2020).

Dalam acara bertajuk 'Jokowi dan Masa Depan Demokrasi', host acara Rosianna Silalahi mengaku senang dapat mempertemukan Fadjroel dengan Rocky, dua aktivis yang sama-sama pernah melawan Orde Baru. 

Banyak yang tak tahu jika Rocky Gerung menulis pledoi atau pembelaan terhadap banyak mahasiswa yang ditahan pada era Soeharto, salah satunya adalah Fajroel Rachman.

"Malam ini kita dengar dari seorang tahanan politik ITB Fadjroel ketika saat itu zaman Presiden Soeharto, Mendagri masuk kampus, anda ditahan dan pledoi itu salah satu ditulis oleh Rocky Gerung," ujar Rosi.

 "Waduh, ini kejahatan membongkar rahasia negara," ujar Rocky yang tersenyum.

Fadjroel Rachman mengakui berkat pledoi Rocky dia hanya dijatuhi hukuman 1 tahun penjara.

Debat Seru

Walau bersahabat tapi debat keduanya di acara itu tak terelakkan.

Kesal mendengar pernyataan Rocky Gerung yang seolah terus menyalahkan Jokowi, juru bicara presiden, Fadjroel Rachman mengungkapkan protes.

Hal itu berkenaan dengan peristiwa pelarangan diskusi di kampus.

Debat panas pun akhirnya tak terhindarkan antara Fadjroel Rachman dan Rocky Gerung.

Hingga Rosi, sebagai pembawa acara menengahi debat kusir Fadjroel Rachman dan Rocky Gerung dengan tegas.

Diwartakan Kompas TV, Rocky Gerung mengurai pendapatnya soal pelarangan diskusi di kampus UI dan UGM.

Rocky Gerung berpendapat, Presiden Jokowi harusnya bisa menegaskan kepada publik bahwa kampus merupakan wadah dalam mengeluarkan kebebasan berpendapat.

Hal ini sebagai arah pemerintah agar pelarangan diskusi dan berpendapat tidak terjadi kembali.

Soal hukum, Rocky Gerung sependapat jika Presiden tidak boleh ikut campur dalam konteks kriminalitas.

Namun dalam kebebasan berpendapat yang diatur dalam UUD 1945, presiden nyatanya dapat melakukan intervensi.

"Soal HAM itu bukan soal intervensi atau tidak intervensi, presiden sebagai kepala eksekutif dan kepala negara harus public address bahwa kampus itu bebas mengucapkan apa saja, termasuk mencaci maki presiden," ujar Rocky Gerung dalam diskusi bertema Jokowi dan Masa Depan Demokrasi yang ditanyangkan langsung di program Rosi, Kompas TV, Kamis (11/6/2020).

Lebih lanjut, Rocky Gerung menilai tidak adanya pernyataan Presiden Jokowi secara tidak langsung telah mengesahkan dan mengamini pandangan bahwa rezim Jokowi telah melakukan pengekangan terhadap kebebasan berpendapat dan berekspresi. Terutama di dalam kampus.

Menurutnya memang tidak ada campur tangan istana langsung dalam hal tersebut.

Namun, Presiden Jokowi dapat intervensi dalam pelanggaran HAM dalam pelarangan diskusi tersebut.

"Berbicara itu adalah bagian tertinggi dari hak asasi. Presiden tidak kasih aura yang membuat orang, kampus terutama berfikir bahwa jangan melarang mahasiswa. Faktanya tidak ada satupun keterangan dari presiden," ujar Rocky Gerung.

Tanggapan yang diurai Rocky Gerung itu lantas dikomentari oleh Fadjroel Rachman.

Dengan nada tegas, Fadjroel Rachman tampak heran kenapa Rocky Gerung seolah selalu menyalahkan Jokowi.

Debat panas Fadjroel Rachman dan Rocky Gerung (Youtube channel Kompas tv)
Mendengar tudingan Fadjroel Rachman, Rocky Gerung pun memberi penjelasan.

Bahwa pihak istana termasuk presiden Jokowi seharusnya tidak diam saja ketika ada pelarangan diskusi di kampus.

"Semua jadi salah Jokowi ?" tanya Fadjroel Rachman.

"Tidak salah Jokowi. Yang salah adalah kemampuan kalian sebagai orang yang paham demokrasi untuk mengambil isu ini, bahwa rektor UI kacau. Kalian yang ada di dalam mustinya membuat rezim ini terbuka," ucap Rocky Gerung.

"Logika begitu keliru, masa semua yang terjadi di luar lalu dikaitkan langsung dengan Pak Jokowi ?" tanya Fadjroel Rachman gusar.

"Kalau begitu salahnya di era siapa ? Yang salah ya presidennya," tanya Rocky Gerung lagi.

"Tidak Rocky. Apabila itu berurusan dengan penegak hukum, biar diselesaikan dengan penegak hukum. Kalau Rocky mengatakan presiden harus campur lagi dengan itu, Rocky menyamakan seolah sekarang sama dengan orde baru," pungkas Fadjroel Rachman.

Menurut Fadjroel Rachman, semua urusan termasuk soal kisruh di kampus itu sudah ada bagian yang mengurusinya sesuai porsi.

Pihak istana pun tidak punya kewajiban untuk mencampurinya.

Langsung menanggapi argumen Fadjroel Rachman, Rocky Gerung pun menyebut juru bicara presiden itu tidak tahu fakta yang sebenarnya.

Tak terima, Fadjroel Rachman lantas menjawab argumen Rocky Gerung dengan ngotot.

"Rocky, jangan membuat kesimpulan," pinta Fadjroel Rachman.

"Itu bukan kesimpulan, itu fakta. Ini juru bicara tapi enggak tahu fakta," ucap Rocky Gerung.

"Betul, faktanya, tapi Anda mengambil kesimpulan seolah-olah itu tindakan dari istana," ujar Fadjroel Rachman.

"Memang," jawab Rocky Gerung singkat.

"Itu keliru sekeliru-kelirunya. Presiden tidak boleh mencampuri urusan hukum," kata Fadjroel Rachman.

"Bukan soal urusan, ini soal demokrasi. Demokrasi itu artinya hak untuk bicara bebas. Itu tidak ada urusan hukum. Kebebasan bicara," ujar Rocky Gerung.

Rosi lerai debat kusir Fadjroel Rachman dengan Rocky Gerung (Youtube channel Kompas tv)
Gusar melihat dua narasumbernya itu berdebat kusir, Rosi pun menengahinya.

Sambil menggebrak meja, Rosi pun meminta Fadjroel Rachman dan Rocky Gerung untuk diam.

"Hey, stop, stop. Penonton tidak bisa memahami. Heh laki-laki !" teriak Rosi.

"Sorry sorry, ini biasa kami, kebiasaan lama," pungkas Fadjroel Rachman seraya meminta maaf.

Langsung membahas inti bahasan, Rosi pun kembali mengurai pertanyaan kepada Fadjroel Rachman.

"Jadi Anda membiarkan ketika ada diskusi ilmiah, diskusi akademik di kampus, apapun temanya, dan itu kemudian dibungkam, menurut Anda itu biasa saja ?" tanya Rosi.

"Tidak ada pembungkaman," pungkas Fadjroel Rachman.

"Mengapa diskusi ilmiah di UGM di UI harus dihentikan ? Dan pemerintahan Jokowi tidak melakukan apa-apa ?" tanya Rosi lagi.

"Tidak ada pemerintahan Jokowi melarang," ucap Fadjroel Rachman.

"Rektor diangkat oleh Jokowi. Rektor UI diangkat oleh Jokowi," kata Rocky Gerung.

Gusar dengan pernyataan Rocky Gerung, Fadjroel Rachman pun buru-buru mengurai analogi.

Tak mau kalah, Rocky Gerung pun membalas analogi Fadjroel Rachman dengan kalimat menohok.

"Rocky, kamu dilahirkan oleh ayahmu, ibumu, kemudian kamu lahir di Indonesia, karenanya semua kesalahanmu disebabkan oleh itu. Rocky itu berlebih-lebihan," kata Fadjroel Rachman.

"Kau yang kekurang-kurangan. Bapak dan ibu saya tidak bisa diganti. Presiden itu bukan Bapak, dia diganti setiap lima tahun. Paham ?" ucap Rocky Gerung.

Kembali ke pertanyaan, Rosi pun menagih jawaban dari Fadjroel Rachman.

Yakni soal bagaimana sikap Fadjroel Rachman soal adanya pelarangan diskusi ilmiah di kampus soal pemakzulan presiden.

"Bagaimana sikap Anda yang berada dalam lingkaran istana, melihat banyak diskusi ilmiah itu dibatalkan ?" tanya Rosi.

"Tidak ada masalah sebenarnya. Saya juga bertanya-tanya siapa yang kemudian mengancam ? Kan sekarang sedang dicari siapa yang mengancam," pungkas Fadjroel Rachman.

"Saya mau tanya sikap Anda sih. Sikap Anda terhadap banyak diskusi ilmiah akademik itu dilarang. Apakah Anda menyesali bahwa ada pelarangan terhadap diskusi ilmiah tentang pemakzulan presiden di UGM ?" tanya Rosi tegas.

"Harus dipisahkan ini Rosi. Apabila diskusi ilmiah, dan kemudian memakai kebebasan akademik itu enggak masalah. Tapi kalau kemudian dia berurusan dengan administrasi, penegak hukum, itu urusan mereka," ungkap Fadjroel Rachman.

Mengakhiri argumen, Fadjroel Rachman tampak menyalahkan Rocky Gerung yang selalu mengaitkan segala masalah dengan istana termasuk presiden.

"Tidak ada urusannya dengan istana. Rocky ini aja yang apa-apa dihubungkan," ucap Fadjroel Rachman.

"Kenapa itu ada urusannya dengan istana ? Karena rektor itu dipilih oleh presiden," kata Rosi.

"Tidak berarti dipilih di sana lalu presiden Jokowi, itu sama dengan mengatakan bahwa kita masih sama seperti Orde Baru," ungkap Fadjroel Rachman.

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul TERUNGKAP Jasa Besar Rocky Gerung Terhadap Jubir Presiden Fajroel Rachman saat Ditindas Orde Baru, https://makassar.tribunnews.com/2020/06/12/terungkap-jasa-besar-rocky-gerung-terhadap-jubir-presiden-fajroel-rachman-saat-ditindas-orde-baru?page=all

Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved