Breaking News:

Kota Kupang Jadi Kota Contoh Proyek CRIC

Kota Kupang terpilih menjadi salah satu dari 10 kota contoh di Indonesia penerima manfaat proyek Climate Resilient and Inclusive Cities ( CRIC)

ISTIMEWA
Wakil Wali Kota Kupang melakukan pertemuan untuk menindaklanjuti webinar dengan UCLG ASPAC tentang Proyek CRIC, Jumat (12/6/2020) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Wilayah Kota Kupang terpilih menjadi salah satu dari 10 kota contoh di Indonesia penerima manfaat proyek Climate Resilient and Inclusive Cities ( CRIC).

Informasi tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man, Jumat (12/6/2020) saat membuka rapat tindak lanjut webinar dengan UCLG ASPAC tentang Proyek CRIC di ruang kerjanya yang terjadi hari sebelumnya, Kamis (11/6/2020).

Elfi Amir: Sedia Kursi Emergensi

Menurutnya, proyek CRIC akan mendukung kota-kota dalam mempersiapkan rencana pembangunan perkotaan selama lima tahun ke depan sebagai kota yang berketahanan iklim dan berkelanjutan melalui analisis ilmiah, penerapan perangkat yang inovatif dan pembelajaran. Selain itu, untuk memperkuat praktek tata kelola pemerintahan yang baik, mempercepat aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melalui pemahaman yang lebih baik tentang sumber daya lokal dan masyarakat, kekompakan sosial, inklusif, kemakmuran dan kota-kota inovatif, serta ketahanan iklim dan upaya pelestarian lingkungan hidup.

Mallorca vs Barcelona: Menanti Hattrick Ketiga Messi

Dalam keterangan tertulis yang diterima POS-KUPANG.COM dari Humas Pemkot Kupang, kota lain penerima manfaat proyek ini antara lain Pangkalpinang, Bandar Lampung, Cirebon, Samarinda, Banjarmasin, Mataram, Gorontalo dan Ternate. Pemkot Kupang pun mempersiapkan beberapa hal, antara lain menerbitkan SK Pokja yang melibatkan sejumlah elemen penting antara lain akademisi yang memiliki keahlian di bidang lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, para pelaku usaha yang punya perhatian terhadap pembangunan di Kota Kupang, komunitas seperti LSM/NGO yang peduli terhadap persoalan lingkungan hidup dan bencana, serta pemerintah selaku pengambil kebijakan.

Berikutnya ialah pernyataan komitmen Pemerintah Kota Kupang. Mengenai hal ini menurut Wawali, Pemkot Kupang mendapat apresiasi dari penyelenggara, karena sejak awal menunjukkan kesungguhan. "Kita diapresiasi karena menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi, Walikota dan Wakil Walikota nya ikut langsung dalam pembahasan," kata Herman.

Pemkot Kupang sendiri bersama tim CRIC akan melakukan kajian urban analisis untuk menyesuaikan kebutuhan atau potensi masalah yang ada pada setiap kota berdasarkan isu tematik proyek CRIC. Pemkot harus menyediakan data dan informasi terkait sehingga Herman menegaskan akan data dan informasi yang ada di website resmi Pemkot Kupang harus selalu diperbaharui sehingga tim lebih mudah mengakses informasi terutama data kependudukan dan keuangan daerah.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Penjabat Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Drs. Yos Rera Beka, Kepala Dinas Kominfo Kota Kupang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Kepala Bappeda Kota Kupang, Kepala BPBD Kota Kupang, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang, Kabag Hukum Setda Kota Kupang dan Kabag Kesra Kota Kupang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved