Breaking News:

Opini Pos Kupang

Ekowisata Pilihan Pascacorona

Jauh sebelum wabah Corona ( Covid 19) tiba di Indonesia 2 Maret 2020 lalu, dampaknya di sektor pariwisata sudah terasa

Ekowisata Pilihan Pascacorona
Dok
Logo Pos Kupang

Oleh Marsel Robot, Dosen, Kepala Pusat Studi Kebudayaan dan Pariwisata Undana

POS-KUPANG.COM - Jauh sebelum wabah Corona ( Covid 19) tiba di Indonesia 2 Maret 2020 lalu, dampaknya di sektor pariwisata sudah terasa. Boleh dibilang, sektor pariwisata paling cepat digebuk dampak dan kemungkinan paling lama pemulihannya.

Keadaan itu sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh kebijakan negera-negara penyuplai wisatawan. Mereka menerapkan protokol ketat untuk memproteksi warganya, seperti penguncian wilayah (lockdown) dilarang bepergian, penutupan penerbangan, penutupan bandara (laut dan udara). Padahal, aktivitas pariwisata mengandalkan perjalanan (kunjungan), perjamuan, dan menetap.

Karang Taruna Kelurahan Fatubesi Bagi Masker Kepada Pedagang Pasar Oeba

Dampak Covid-19 memunculkan perubahan cara pandang negara-negara di dunia terhadap perjalanan ke daerah wisata. Wisatawan akan diwanti oleh pemerintahnya dengan pertama, aturan-aturan baru atau protokol kesehatan yang ketat.

Kedua, negara-negara Eropa, Amerika, dan China akan mengidentifikasi secara cermat negara tujuan (destinasi). Identifiksi dilakukan pada beberapa aspek. Misalnya, riwayat pandemi corona di negara tujuan, cara penanganannya di daerah itu, protokol kesehatan yang diberlakukan di neagra bersangkutan, pengalaman penanganan warga asing di daerah destinasi selama pandemi.

Rencana Membagi Dana BST di Amarasi, Mobil Ditumpangi Karyawan PT Posindo Hangus Terbakar

Ketiga, bentuk perjalanan yang mereka pilih. Negara-negara yang terkena dampak serius corona cenderung menghindari perjalanan atau berwisata dalam bentuk kolosal seperti event-event atau perlombaan yang mengumpulkan banyak orang dalam waktu lama.

Sebaliknya, negara destinasi wisata menyikap keadaan itu dengan melakukan kajian secara komprehensif protokol atau kebijakan negara penyuplai wisatawan. Artinya, negara yang menjadi destinasi dapat menyesuaikan standar pelayanan dan protokol kesehatan yang sesuai dengan permintaan negara penyuplai.

Inovasi ikutan untuk memperkuat citra destinasi antara lain, pertama, sistem promosi online lebih intens dan masif. Video, film pendek, atau tampilan virtual lainnya tidak hanya mempertontonkan keunikan dan keistimewaan destinasi, tetapi yang jauh lebih penting ialah memperlihatkan daerah destinasi aman dari pandemi Covid-19.

Stratetgi wisata berbasis internet atau media sosial menjadi wisata virtual yang sensual selama empat bulan pandemi corona. Wisatawan berjalan dari jempol ke tombol mengumpulkan informasi dan mengindentifikasi untuk memastikan daerah destinasi layak dan aman untuk dikunjungi.

Eksotika Ekowisata

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved