Breaking News:

Salam Pos Kupang

Apakah Buka Akses Transportasi Pilihan Tepat?

PANDEMI Covid-19 benar-benar melumpuhkan masyarakat dunia dalam berbagai bidang

Apakah Buka Akses Transportasi Pilihan Tepat?
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - PANDEMI Covid-19 benar-benar melumpuhkan masyarakat dunia dalam berbagai bidang. Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Provinsi NTT) secara ekonomi hanya mengalami pertumbuhan sekitar 2 persen. Itu berarti sangat riskan ke depan. Terkait kondisi ini, pelakukan ekonomi dan juga pengamat, Freddy Ongko Saputra menyarankan, salah satu pilihan terdekat untuk menyelesaikan masalah ini adalam membuka akses transportasi di daerah.

Hal ini tentu sangat penting dan berarti bagi Provinisi NTT selaku provinsi kepulauan. Kemacetan ekonomi di NTT bisa saja disebabkan karena distribusi barang dan jasa yang tidak memadai. Berbagai komponen masyarakat akhirnya mengeluh dan merasa terpinggirkan karena secara ekonomis juga mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

Pembeli Membludak di Pasar Mbongawani

Belum lama bicara tentang kebutuhan langsung masyarakat. Katakan saja, selama ini kebutuhan akan sembako masih tinggi untuk masyarakat NTT. Saat semua akses dari Jawa tertutup untuk sementara maka kemacetan secara ekonomis sangat dirasakan masyarakat dalam berbagai lapisan masyarakat.

Pertanyaannya sekarang, apakah yang dilakukan pemerintah? Mungkinkah pemerintah segera membuka akses transportasi diantara semakin meningkatnya eskalasi Covid-19 di NTT?

Ekowisata Pilihan Pascacorona

Ini baru bicara soal kondisi sekarang yang belum digabungkan dengan pulangnya para pekerja migran asal NTT. Mereka itu kebanyakan berasal dari daerah terbilang zona merah Covid-19.
Maka apa sebenanya harus ada dalam pikiran pemerintah setempat? Jawabnya, kemungkinan penderitaan panjang bisa saja terjadi.

Tetapi mau tidak mau, kita harus buka akses transportasi. Tetapi semua harus dalam skala yang tepat guna dan tepat sasaran. Ingat, buka akses tentu untuk suplai barang bukan mobilitas orang. Kalau mobilitas orang tidak dijaga secara baik maka kemungkinan pandemi gelombang 2 akan menjadi kenyataan yang menyakitkan bagi masyarakat NTT ke depan.

Jadi kembali kepada inti persoalannya, apakah harus dibuka jalur transportasi daerah? Jawabannya hanya ada pada kebijakan Pemerintah dalam semua tatarannya. Kita tinggal memilih apa sebenarnya yang terbaik untuk kita saat ini. Kalau hanya ingin bertahan saja dengan kondisi sekarang tentu akan semakin parah bila tidak diperhatikan secara cermat.

Masalahnya sekarang, cukup banyak orang yang tengah dan telah menderita akibat pandemi Covid-19. Harapannya, membuka akses jangan sampai menambah penderitaan masyarakat NTT. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved