Fadli Zon Ingatkan Presiden Jokowi Soal Ancaman Krisis Pangan Di Tengah Pandemi Covid-19

Sejumlah negara produsen pangan, seperti Thailand dan Vietnam dengan alasan melindungi kebutuhan dalam negeri telah mulai melakukasn pembatasan ekspor

Editor: Frans Krowin
(Kolase TribunNewsmaker - Biro Pers Setpres/Laily Rachev dan Tribunnews/ Herudin
Presiden Jokowi dan fadli Zon 

Fadli Zon Ingatkan Presiden Jokowi Soal Ancaman Krisis Pangan Di Tengah Pandemi Covid-19

POS-KUPANG.COM, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menyoroti kinerja Presiden Jokowi dalam menangani pandemi virus corona di Tanah Air.

Anggota DPR RI ini mengingatkan Presiden Jokowi soal ancaman krisis pangan yang bakal terjadi di Tanah Air.

Ancaman krisis pangan tersebut, terkait erat dengan virus corona atau Covid-19 yang sampai saat ini masih mewabah.

Ia mengatakan, sejak April 2020, FAO, Food and Agriculture Organization telah memperingatkan adanya ancaman krisis pangan akibat Pandemi Covid-19.

"Krisis pangan harus disikapi serius," tulis Fadli Zon yang juga sebagai Ketua Umum HKTI, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia.

Tinggalkan Luna Maya dan Nikahi Syahrini, Reino Barack Ungkap Alasan Ingin Bersama Inces Selamanya

Jadwal Acara TV Hari ini Senin 8 Juni 2020, Bioskop Trans TV, Big Movie GTV, Preman Pensiun RCTI

Provinsial SVD Ruteng Gelar Audiensi Bersama Uskup Agung Ruteng Mgr. Siprianus Hormat

Dalam twiternya @fadlizon, disebutkan, kebijakan pembatasan sosial berskala besar, PSBB, meski di satu sisi berhasil menekan penyebaran virus, namun di lain pihak, ikut memukul produksi dan distribusi pangan secara global.

Sejumlah negara yang dikenal sebagai produsen pangan, seperti Thailand dan Vietnam, lanjut dia, dengan alasan melindungi kebutuhan dalam negeri, kini mulai melakukan pembatasan ekspor.

Akibatnya, jumlah pangan yang diperdagangkan di pasar dunia pun volumenya terus menurun.

Dari total produksi beras dunia, misalnya, kini hanya tinggal 5 persen saja yang diperdagangkan di pasar internasional.

Inilah yang bisa disebut sebagai gejala deglobalisasi akibat pandemi corona atau Covid-19.

Gejala deglobalisasi semacam itu, katanya, bagi negara yang memiliki ketergantungan sangat besar terhadap impor pangan seperti Indonesia, tentu bisa berakibat mengerikan jika tidak diantisipasi dengan baik.

Indonesia yang berkemungkinan terancam gelombang kelaparan, juga telah diingatkan oleh World Food Programe (WFD).

Menurut WFD, sudah lebih dari 300 ribu nyawa melayang akibat virus corona sejauh ini, ancaman yang mengintai berikutnya adalah bahaya kelaparan.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved