Breaking News:

Salam Pos Kupang

Nikmati HET Gula Pasir Hingga Pedalaman

Kementerian Perdagangan telah menetapkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 58 Tahun 2018, harga acuan pembelian gula pasir

Nikmati HET Gula Pasir Hingga Pedalaman
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - PEMERINTAH pusat dalam hal ini, Kementerian Perdagangan telah menetapkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 58 Tahun 2018, harga acuan pembelian gula pasir di petani ditetapkan sebesar Rp 9.100 per kilogram, sementara Harga Eceran Tertinggi ( HET) di tingkat konsumen sebesar Rp 12.500 per kilogram.

Namun sejak awal tahun 2020 terjadi terjadi kelangkaan gula pasir, tidak hanya di Nusa Tenggara Timur ( NTT) tapi seluruh Indonesia. Akibatnya harga gula pasir di masyarakat sudah cukup tinggi, misalnya di Kota Kupang dan Waingapu mencapai Rp 20 ribu per kg. Berbagai kebijakan pemerintah dilakukan termasuk memberikan relaksasi untuk impor gula pasir.

Dua Ranperda Penyertaan Modal BUMD Siap Dieksekusi DPRD NTT

Menjelang hari raya Idul Fitri, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa harga gula pasir masih tinggi sehingga Presiden memerintahkan untuk segera menurunkan harga gula pasir.Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso pada Jumat (15/5) menjanjikan kepada masyarakat bahwa stok gula pasir pada Juni nanti akan berlimpah dan harganya akan turun ke Rp 12.500 per kilogram. Menurutnya, pabrik-pabrik gula sedang memproduksi sehingga pada bulan Juni akan banjir stok gula pasir.

Beberapa hari sebelum hari raya Idul Fitri, Bulog di NTT sudah mulai melakukan operasi pasar khususnya untuk gula pasir di Kota Kupang dengan mendatangi para pedagang di pasar, rumah pangan kita (RPK) sehingga harga gula pasir mulai turun secara perlahan dan sudah ada yang menjual sesuai dengan HET.

Satgas Pamtas Yonif 142 KJ Layani Khitanan Gratis dengan Metode Laser, Ini Keunggulannya

Operasi terus dilakukan, tidak hanya di Kota Kupang tapi sampai ke kabupaten-kabupaten, sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga gula pasir sesuai dengan HET.

Namun dikutip dari website Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), yang dikeluarkan Bank Indonesia pada 3 Juni 2020, harga gula pasir di NTT masih diatas HET yakni untuk gula pasir lokal Rp 18.650 per kg, sedangkan gula pasir premium Rp 20.150 per kg.

Ini berarti bahwa Operasi Pasar yang dilakukan Bulog NTT itu belum mencapai tujuannya karena masih ada warga yang membeli gula pasir dengan harga lebih dari HET. Padahal pengakuan dari Kepala Perum Bulog Kanwil NTT pada Selasa (2/6), Bulog telah menggelontorkan 300 ton gula pasir dan saat ini tersisa 150 ton dan rencananya akan datang lagi 300 ton.

Bulog akan untuk terus melakukan operasi pasar melalui jaringan Bulog dan menawarkan kepada para pedagang dan dilakukan di semua daerah yang memiliki gudang sehingga diharapkan harga bisa sesuai dengan HET.

Yang diharapkan adalah operasi pasar ini tidak hanya di pusat kota tapi sampai ke kampung-kampung, yang memiliki keterbatasan akses dan sulitnya transportasi sehingga HET itu benar-benar dirasakan masyarakat Indonesia.

Jika Bulog telah melakukan operasi dalam jumlah yang cukup banyak tapi harga gula pasir masih tinggi, maka harus dilakukan evaluasi, mengapa harga gula pasir masih tinggi di tingkat konsumen. Jangan sampai ada yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil keuntungan.

Satgas pangan yang telah dibentuk di setiap daerah, harus memantau mengapa harga masih tinggi, apakah karena operasi pasar terkonsentrasi di daerah tertentu atau faktor lainnya yang mempengaruhi harga gula pasir masih lebih dari HET. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved