Bupati Djafar Achmad : Rumah Ibadah Dibuka, Tak Taat Protokol Diberi Sanksi, Numba Dilokalisir!

Dia katakan protokol kesehatan, cuci tangan, jaga jarak, pakai masker harus tetap dijalankan.

POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Pertemuan Bupati Kabupaten Ende Djafar Achmad dengan tokoh agama di Kantor Bupati Ende, Rabu (3/6/2020) 

Bupati Djafar Achmad : Rumah Ibadah Dibuka, Tak Taat Protokol Diberi Sanksi, Numba Dilokalisir!

POS-KUPANG.COM | ENDE - Bupati Kabupaten Ende Djafar Achmad bersama sejumlah tokoh agama di Kabupaten Ende menggelar pertemuan guna membahas rencana dibukanya aktivitas di rumah-rumah ibadah mulai 15 Juni 2020.

Pertemuan tersebut digelar di Kantor Bupati Kabupaten Ende, Rabu (3/6/2020).

Dalam pertemuan itu Bupati Djafar megatakan, rencana dibukanya aktivitas di tempat ibadah dibarengi dengan peningkatan protokol kesehatan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Ende saat ini melakukan berbagai persiapan, sosialisasi dan edukasi.

Bupati Djafar tegaskan, protokol kesehatan harus diperketat, sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ende. Dia katakan protokol kesehatan, cuci tangan, jaga jarak, pakai masker harus tetap dijalankan.

Tidak hanya itu, pemerintah juga akan menyiapkan fasilitas dan alat pendeteksi suhu badan yakni thermogun di setiap rumah ibadah dan para pengurus atau penjaga rumah ibadah akan diberi pelatihan deteksi suhu badan.

Aladyn Yunus dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ende mengatakan, pihaknya setuju dengan dibuka aktivitas ibadah dengan catatan harus ada kesepakatan dengan pengurus masjid bahwa protokol kesehatan benar-benar bisa dijalankan dan pemerintah perlu terlibat untuk pengawasan.

Sementara itu Arda S. Dolo dari Posko Keuskupan Agung Ende mengatakan, pihaknya masih menunggu hingga tanggal 15 Juni 2020, bagaimana langkah yang diambil Uskup Keuskupan Agung Ende selanjutnya.

Sementara itu dari pihak Gereja Syalom, mengatakan, dengan dukungan dari pemerintah mereka siap membuka kembali aktivitas di rumah ibadah dan supaya umat bisa jaga jarak, pihak Gereja akan menambah jam pelayanan ibadah.

Begitu juga dari tokoh agama Hindu dan Budha, sepakat dibukanya kembali aktivitas ibadah dengan catatan protokol harus benar-benar diterapkan dan diawasi.

Halaman
123
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved