Warga Fatufeto Digegerkan Dengan Penemuan Bom Yang Diduga Berjenis Mortir

panjang mortir sekitar setengah depa dengan berat sekitar 5 kilo dan berwarna hitam.

Warga Fatufeto Digegerkan Dengan Penemuan Bom Yang Diduga Berjenis Mortir
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Suasana saat di Lokasi Kejadian.

Warga Fatufeto Digegerkan Dengan Penemuan Bom Yang Diduga Berjenis Mortir

POS-KUPANG.COM| KUPANG-- Warga Jalan Tifa, RT 8 RW 3 kelurahan Fatufeto, Kecamatan Alak, Kota Kupang digegerkan dengan penemuan barang yang diduga bom jenis mortir yang merupakan peninggalan dari Belanda.

" Bom jenis mortir . Di sekitar sini merupakan peninggalan benteng Belanda. Jadi, di seputaran sini, banyak peninggalan dari Belanda," demikian disampaikan Medi Ottu, salah seorang pemilik rumah. Senin (1/6/2020) malam di kediamannya.

Dia Katakan, panjang mortir sekitar setengah depa dengan berat sekitar 5 kilo dan berwarna hitam.

Penemuan bom jenis mortir tersebut, terang Medi, terjadi sekitar 18.30 malam atau 19.00 malam di rumah tua peninggalan Thomas Tefa yang notabene merupakan kakeknya.

" Rumah ini dulunya opa yang tempati dan merupakan peninggalan dari opa Thomas Tefa yang pada waktu itu menjabat sebagai kepala Dinas di SoE tapi tinggal di Kupang. Jadi, ketong ( kami) hanya tinggal di rumah tua dan rencananya mau dibongkar dan didirikan ulang lagi," ujarnya.

Sementara itu, Eston, salah seorang saksi kunci yang melihat pertama kali bom tersebut, mengatakan, awal mula ditemukan bom tersebut, saat dirinya bersama 3 rekannya yang lain sedang menggali fondasi bekas rumah tua.

" Ketong ada 4 orang. Tapi yang gali di sebelah sini, ni beta sendiri gali, cungkil fondasi hingga akhirnya kelihatan warnanya hitam. Jadi, kita tidak tahun ini bom atau apa. Terus kasih keluar," ucapnya.

Saat pertama kali melihat barang tersebut, kata Eston, dirinya tidak mengetahui secara pasti apakah ini bom atau tidak. Namun, barang ( bom jenis mortir) tersebut diduga sekitar tahun 40 puluhan.

Alhasil, setelah adanya penemuan barang tersebut, sontak membuat para tetangga berdatangan untuk melihat benda tersebut.

Setelah melihat demikian, terang Esthon, dirinya pun kemudian menyampaikan kepada kakak-kakanya untuk memberitahu kepada pihak yang berwajib

Kapolresta Kupang Kota AKBP Satria Binti Perdana Tarung melalui Kapolsek Alak, Tatang Prajitno Panjaitan, membenarkan adanya penemuan tersebut. Dirinya menyarankan untuk melakukan konfirmasi ke pihak Brimob..(Laporan Reporter POS KUPANG COM, Vinsen Huler/ Oncy Rebon)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved