Setelah Jadi Buron 4 Bulan, Sekretaris MA Itu Akhirnya Ditangkap Bersama Menantu, Rezky Herbiyono

Nurhadi Abdurachman merupakan salah satu tersangka dalam perkara suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA pada tahun 2011-2016.

kompas.com
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurachman memenuhi panggilan pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (6/11/2018). (Dyalan Aprialdo Rachman/KOMPAS.com) 

Setelah Jadi Buron 4 Bulan, Sekretaris MA Itu Akhirnya Ditangkap Bersama Menantu, Rezky Herbiyono

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Perburuan mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurachman dan menantunya, Rezky Herbiyono, berakhir juga.

Nurhadi Abdurachman dan Rezky Herbiyono ditangkap, Senin (1/6/2020). Keduanya ditangkap setelah dinyatakan buron sejak Februari 2020.

Nurhadi Abdurachman merupakan salah satu tersangka dalam perkara suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung pada tahun 2011-2016.

Selain Nurhadi dan Rezky, Wakil Ketua KPK saat itu, Saut Situmorang juga mengungkapkan, Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang sama.

"KPK melakukan penyidikan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka," kata Saut di Gedung Merah Putih KPK, 16 Desember 2019 lalu.

KPK menetapkan satu orang tersangka pejabat Pembuat Komitmen Ditjen Pendidikan Dasar Islam Kementerian Agama Undang Sumantri pada kasus tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa di Lingkungan Kementerian Agama Tahun 2011.

LOWONGAN KERJA Lulusan SMA/SMK hingga S1 di 5 Perusahaan, Cek Pendaftaran Info TERBARU

Fatufeto Geger Warga Temukan Bom Diduga Berjenis Mortir

Fatufeto Geger Warga Temukan Bom Diduga Berjenis Mortir

Dalam kasus tersebut, telah merugikan keuangan negara Rp12 miliar.
Selaini tu menetapkan tiga orang tersangka baru yakni Sekretaris Mahkamah Agung (MA) 2011-2016, Nurhadi, menantu Nurhadi atas nama Rezky Herbiyono dan Direktur Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto dalam tindak pidana korupsi dugaan suap sebesar Rp 46 miliar pada kasus pengurusan perakara di MA tahun 2011-2016.

Ada tiga perkara yang menjadi sumber suap dan gratifikasi yang diduga diterima Nurhadi melalui Rezky, yaitu perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, sengketa saham di PT MIT, dan gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Adapun besaran suap yang diduga diterima Nurhadi mencapai Rp 46 miliar.

Halaman
1234
Berita Populer
Editor: Frans Krowin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved