Kerusuhan di Amerika Serikat, Penyanyi Halsey Tertembak Peluru saat Aksi Kematian George Floyd

Penyanyi Halsey membagi pengalamannya dengan polisi setempat saat mengikuti aksi protes terhadap kematian George Floyd, termasuk cedera

Reuters/Aljazeera
Seorang perempuan menunjukkan kemarahannya kepada polisi dalam demo di Minneapolis. Penyanyi Halsey, Selasa (2/6/2020), membagi pengalamannya dengan polisi setempat saat mengikuti aksi protes terhadap kematian George Floyd, termasuk cedera yang diterimanya karena tertembak peluru karet. 

POS KUPANG.COM-- Penyanyi Halsey membagi pengalamannya dengan polisi setempat saat mengikuti aksi protes terhadap kematian George Floyd, termasuk cedera yang diterimanya karena tertembak peluru karet.

Dilansir NME, Selasa (2/6/2020), Halsey menghadiri aksi damai Black Lives Matter bersama dengan Yungblud pada Sabtu (30/5/2020) waktu setempat.

Ia sempat menyiarkan langsung sebagian aksi protes, termasuk pertemuan dengan polisi.

Pada Senin (1/6/2020) waktu setempat, Halsey melalui media sosialnya mengklarifikasi bahwa dia aman dan tidak ditahan oleh polisi.

“(Polisi) menembakkan peluru karet ke kami. Kami tidak melanggar batas. Tangan terangkat. Tidak bergerak. Dan mereka menembakkan gas," kata Halsey disertai dengan foto-foto yang ia ambil.

Seorang perempuan menunjukkan kemarahannya kepada polisi dalam demo di Minneapolis. Penyanyi Halsey, Selasa (2/6/2020), membagi pengalamannya dengan polisi setempat saat mengikuti aksi protes terhadap kematian George Floyd, termasuk cedera yang diterimanya karena tertembak peluru karet.
Seorang perempuan menunjukkan kemarahannya kepada polisi dalam demo di Minneapolis. Penyanyi Halsey, Selasa (2/6/2020), membagi pengalamannya dengan polisi setempat saat mengikuti aksi protes terhadap kematian George Floyd, termasuk cedera yang diterimanya karena tertembak peluru karet. (Reuters/Aljazeera)

"Ini (peluru karet) menghantamku, dan aku beruntung karena terlapisi lapisan bajuku. Dari jarak dekat, itu akan menyebabkan cedera serius," tulisnya di Instagram Story.

Ia melanjutkan, "(Peluru karet) ditembakkan ke wajah orang-orang selama aksi damai. (...) Apa yang terjadi pada orang kulit hitam setiap hari lebih buruk daripada memarku. Jadi terlibatlah. Tanda tangan petisi. Sumbang donasi. Bagikan tautan. Lakukan sesuatu."

Halsey telah menyusun daftar organisasi yang mendukung gerakan Black Lives Matter, dan mendorong penggemar untuk menyumbang sesuai kemampuan mereka.

Pada tanggal 29 Mei, penyanyi yang pernah berduet dengan BTS ini menyatakan "kontribusi awal"nya senilai 100 ribu dolar AS.

Sejumlah figur publik juga melibatkan diri dalam mendukung gerakan Black Lives Matter.

Halaman
1234
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved