KABAR GEMBIRA,Dokter Di Italia Covid-19 Mulai Melemah, Kabar Buruknya Belum Ada Antibodu yang Ampuh

Bebeberapa negara sudah mengklaim menemukan obat dan vaksin untuk menghentikan pendemi virus corona atau Covid-19

EPA-EFE/MATTEO CORNER(MATTEO CORNER)
Seorang perempuan mengenakan masker berjalan di jalan Montenapoleone yang hampir kosong, salah satu jalan distrik mode Milan, Italia 

KABAR GEMBIRA, Dokter Di Italia Covid-19 Mulai Melemah, Kabar Buruknya Belum Ada Antiodu Ampuh 

POS KUPANG.COM -- Bebeberapa negara sudah mengklaim menemukan obat dan vaksin untuk menghentikan pendemi virus corona atau Covid-19

Namun hingga kini jumlah kasus infeksi virus corona terus meningkat bahkan mencapai 6 juta kasus di seluruh dunia dengan kamtian sudah mencapai ratusan ribu orang

Di tengah-tengah harapan melawan virus corona yang makin menipis, para dokter di Italia menyampikan kabar gembira perihal virus corona

Mereka menyebutkan bahwa virus corona sejauh ini sudah melemah atau tidak seganas pada awal kemunculannya

Namun kabar buruknya, belum ada antibody yang mampu membunuh virus yang mematikan ini

Orang Asia Timur Diludahi,Didorong Hingga Jatuh di Amerika,Kekerasan Meningkat Selama PendemiCorona

Nikita Willy Blak-blakan Ingin Punya Anak Tanpa Nikah, Luna Maya Bingung Jawab, Caranya?

Sudah Digempur China, Pasukan India Harus Hadapi Ancaman Paskitan Sampai Dubes Dituduh Mata-mata

Virus corona baru telah kehilangan potensinya dan menjadi jauh lebih tidak mematikan, kata seorang dokter senior Italia sebagaimana dilaporkan Reuters, Minggu (31/5/2020) waktu setempat.

"Pada kenyataannya, virus ini secara klinis tidak lagi ada di Italia," kata Alberto Zangrillo, kepala Rumah Sakit San Raffaele di Milan di wilayah utara Lombardy , yang telah menanggung beban tertular virus corona Italia.

"Swab yang dilakukan selama 10 hari terakhir menunjukkan viral load secara kuantitatif yang benar-ben

Pasukan keamanan melakukan penjagaan di Vo. Kota di kawasan utara Italia itu kini mengklaim tidak menemukan adanya infeksi baru virus corona.
Pasukan keamanan melakukan penjagaan di Vo. Kota di kawasan utara Italia itu kini mengklaim tidak menemukan adanya infeksi baru virus corona. ((Sky News))

ar sangat kecil dibandingkan dengan yang dilakukan sebulan atau dua bulan lalu," katanya kepada televisi RAI.

Italia memiliki angka kematian tertinggi ketiga di dunia akibat Covid-19, dengan 33.415 orang meninggal sejak wabah itu terungkap 21 Februari.

Halaman
1234
Editor: Alfred Dama
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved