Guru SD-SMP di Kota Kupang Kembali Beraktivitas di Sekolah, Para Siswa Tetap Belajar di Rumah

lama di rumah juga setelah mereka masuk malah sekolah kotor. Jadi, mereka masuk untuk bisa koordinasi agar sekolah tetap bersih

Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM / INTAN NUKA
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami 

Guru SD-SMP di Kota Kupang Kembali Beraktivitas di Sekolah, Para Siswa Masih Tetap Belajar di Rumah

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Per 2 Juni 2020, para kepala sekolah, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan di SD/MI dan SMP/MTS di Kota Kupang telah melakukan aktivitas di sekolah masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Dumuliahi Djami menegaskan, hal itu dilakukan karena para guru harus mempersiapkan administrasi kenaikan kelas, kelulusan sekolah, dan data-data terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

"Guru-guru masuk tidak seratus persen. Jadi, 50-50 persen, dibikin piket. Nah, jangan sampai setelah sekian lama di rumah juga setelah mereka masuk malah sekolah kotor. Jadi, mereka masuk untuk bisa koordinasi agar sekolah tetap bersih. Sehingga ketika ada instruksi Kemendikbud maka sekolah-sekolah sudah dalam keadaan siap," jelas Dumuliahi kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (2/6/2020).

Sedangkan peserta didik, terang Dumuliahi, masih melakukan aktivitas belajar di rumah. Persiapan menuju tahun ajaran baru yang akan dimulai pada Juli 2020 pun tetap dilakukan, tetapi terkait aktivitas belajar di sekolah masih menunggu instruksi dari Kemendikbud.

"Kalau memang harus masuk, maka yang kami persiapkan ialah double shift," ungkapnya. Double shift yang dimaksud ialah pembelajaran dilakukan dua kali dalam sehari, dengan jumlah siswa yang dibagi menjadi dua sehingga kondisi ruang kelas tidak penuh dengan siswa.

"Kalau misalkan siswa SD per kelas 28 orang, maka jam tertentu yang masuk hanya 14, sehingga jarak antar siswa menjadi berjauhan dan tidak berdempetan. Kalau SMP per kelas 32 orang maka 16 orang masuk pagi, lalu sore hari 16 masuk lagi," urainya.

Jika sekolah masih dilakukan di rumah, maka sekolah berkewajiban membuat peta tempat tinggal siswa. Jika ada sekumpulan siswa di RT atau kelurahan tertentu, maka guru akan menyambangi RT atau kelurahan tersebut dan melakukan diskusi sebanyak lima sampai tujuh orang," tambahnya.

Karena itu, perencanaan model pembelajaran seperti itu akan dipersiapkan secara matang agar dapat dijalankan dengan baik. Nadi dari pembelajaran online maupun offline terletak pada guru. Oleh karena itu, ia berharap guru-guru dapat menyesuaikan diri dengan situasi ini. Adapun protokol kesehatan yang disiapkan di sekolah yakni ember, air, sabun, dan masker. Dana BOS dapat digunakan untuk pengadaan barang-barang tersebut.

Nagita Slavina & Raffi Ahmad Cekcok karena Andre Taulany, Ayah Rafathar Sampai Malu dengan Tetangga

Alumni Beri Donasi kepada Mahasiswa NTT di Yogyakarta

"Yang jelas PPDB akan mulai dilaksanakan pada 22 Juni 2020. Tahun ajaran baru pastinya Juli nanti. Tetapi, proses belajar mengajar di rumah atau di sekolah kita masih tunggu instruksi gugus tugas pusat, provinsi, dan kota," tandasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved