Teks Ibadat Sabda Hari Raya Pentakosta di Rumah Minggu 31 Mei 2020
Besok Minggu 31 Mei 2020 umat kristiani sedunia merayakan hari raya Pentakosta, yakni hari raya turunnya Roh Kudus.
Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
Teks Ibadat Sabda Hari Raya Pentakosta di Rumah Minggu 31 Mei 2020
POS-KUPANG.COM - Besok Minggu 31 Mei 2020 umat kristiani sedunia merayakan hari raya Pentakosta, yakni hari raya turunnya Roh Kudus.
Perayaan ini merupakan peringatan akan turunnya Roh Kudus ke atas para Rasul, sepuluh hari setelah kenaikan Yesus Kristus ke Surga.
Turunnya Roh Kudus merupakan pemenuhan janji Kristus sendiri sebelum naik ke Surga, yang memberanikan para rasul mewartakan Injil kepada segala bangsa.
Roh Kudus yang diyakini tetap membimbing gereja dan umat Allah untuk bersaksi tentang Injil lewat karya nyata sehari-hari.
Untuk mempersiapkan turunnya Roh Kudus atau hari raya Pentakosta, umat Katolik melaksanakan Novena Roh Kudus ( doa sembilan hari berturut-turut), yang berakhir pada hari Sabtu, menjelang hari Raya Pentakosta.
Berikut adalah teks Ibadat Sabda Hari Raya Pentakosta untuk umat Katolik yang disiapkan P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD, dan diperoleh POS-KUPANG.COM dari WhatsApp Group (WAG) Sabtu 30 Mei 2020.
IBADAH SABDA HARI RAYA PENTAKOSTA
DI RUMAH MASING-MASING
MINGGU, 31 MEI 2020
Anggota keluarga berkumpul bersama. Hendaknya keluarga mempersiapkan ruangan yang baik untuk berdoa bersama dan semua berpakaian yang rapi. Disiapkan juga salib di atas meja dengan lilin bernyala. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka bertemakan Roh Kudus. NB. Keterangan tentang lagu diberi warna ungu
01. TANDA SALIB DAN SALAM
02. P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita. U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Hari ini kita Gereja merayakan peristiwa Pentakosta,
yaitu turunnya Roh Kudus atas para rasul, yang
menandai berakhirnya Masa Paskah. Gereja
merayakannya setelah 50 hari kebangkitan Yesus.
Peristiwa ini mengingatkan kita akan janji Yesus
bahwa kita tidak akan ditinggalkan sendirian. Roh
Kudus atau Sang Penolong akan selalu menemani
kita dengan ketujuh karunia-Nya; yaitu karunia takut
akan Tuhan, karunia kebijaksanaan, karunia hidup
saleh, karunia keteguhan hati, karunia untuk saling
mengerti, karunia pengetahuan dan karunia
nasehat.
Bacaan-bacaan yang akan kita dengarkan berbicara
tentang Roh Kudus yang turun ke atas para rasul.
Yesus sendiri sesudah kebangkitan-Nya menghembuskan para rasul dengan Roh Kudus.
Roh Kudus yang sama memampukan kita di saat ini untuk saling
memberikan kesaksian sesuai dengan karunia kita
masing-masing.
Mari kita mempersiapkan hati kita untuk perayaan
agung ini. Kita juga mendoakan penanganan
terhadap wabah virus corona dan juga penyakitpenyakit lainnya. Semoga kita bisa bahu membahu
menolong penanganan virus ini.
[hening sejenak]
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah
berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda
Allah, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan
kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa,
dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan
dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya
sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon
kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat
dan orang kudus dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita,
mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke
hidup yang kekal.
U : Amin.
04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
05. DOA PEMBUKA
P : Marilah kita berdoa,
[hening sejenak]
Ya Allah, dengan perayaan meriah hari ini, Engkau
menguduskan seluruh Gereja, di setiap suku dan
bangsa. Curahkanlah karunia-karunia Roh Kudus ke
atas seluruh muka bumi. Semoga kami semua
diteguhkan untuk memberitakan Injil dengan
perkataan dan perbuatan kami.
Demi Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami,
yang hidup dan berkuasa, bersama dengan Bapa,
dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang
segala masa.
U : Amin.
06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda
Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat
penuntun jalan hidup kita.
[Sebaiknya bacaan dibacakan dari Alkitab]
07. BACAAN PERTAMA (Kis. 2:1-11)
L : Bacaan dari Kisah Para Rasul.
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya
berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari
langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang
memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti
nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka
masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh
Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam
bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh
itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi
yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong
langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang
banyak. Mereka bingung karena mereka masingmasing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata
dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua
tercengang-cengang dan heran, lalu berkata:
"Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu
orang Galilea?
Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar
mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri,
yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita
orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia,
Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan
Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang
berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang
dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut
agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita
mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita
sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang
dilakukan Allah."
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
08. MENYANYIKAN LAGU [Madah Bakti no. 450]
[Refreinnya bisa dinyanyikan dan solonya bisa didaraskan saja]
Refr. Utuslah Roh-Mu ya Tuhan,
dan jadi baru seluruh muka bumi.
Solo [Mzm. 104]:
1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku!
Tuhan, Allahku, Engkau sangat besar!
Betapa banyak perbuatan-Mu, ya Tuhan,
semuanya Kaujadikan dengan kebijaksanaan,
bumi penuh dengan ciptaan-Mu. [Refr.]
2. Biarlah kemuliaan Tuhan
tetap untuk selama-lamanya.
Biarlah Tuhan bersukacita
karena perbuatan-perbuatan-Nya!
Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya!
Aku hendak bersukacita karena Tuhan. [Refr.]
3. Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu,
mereka terkejut.
Apabila Engkau mengambil roh mereka,
mereka mati binasa dan kembali menjadi debu.
Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta,
dan Engkau membaharui muka bumi. [Refr.]
09. BACAAN KEDUA (1 Kor. 12:3b-7,12-13)
L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada
jemaat di Korintus.
Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak
ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah,
dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada
seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah
Tuhan", selain oleh Roh Kudus.
Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada
rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada
berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah
satu yang mengerjakan semuanya dalam semua
orang. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan
penyataan Roh untuk kepentingan bersama.
Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggotaanggotanya banyak, dan segala anggota itu,
sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian
pula Kristus. Sebab dalam satu Roh kita semua, baik
orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak,
maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu
tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
10. ALLELUIA
P : Alleluia, Alleluia, Alleluia
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
P : Datanglah, hai Roh Kudus, penuhilah hati kaum
beriman, dan nyalakanlah api cinta-Mu di dalam hati
mereka.
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
11. INJIL (Yoh. 20:19-23)
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil
Yesus Kristus menurut Yohanes.
Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda
salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada.
Kemudian Pemimpin membacakan Injil.
Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu
itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu
tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena
mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada
waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengahtengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi
kamu!" Dan sesudah berkata demikian, Ia
menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada
mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka
melihat Tuhan.
Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi
kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian
juga sekarang Aku mengutus kamu." Dan sesudah
berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan
berkata: "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu
mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan
jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada,
dosanya tetap ada."
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
[Bisa menyanyikan sebuah lagu singkat yang cocok]
12. RENUNGAN SINGKAT
Bacaan Injil menceritakan tentang penampakkan Yesus
sesudah kebangkitan-Nya. Kehadiran Yesus ini
menggembirakan para murid-Nya. Yesus pun mengutus
mereka untuk melanjutkan tugas perutusan-Nya. Untuk
maksud ini, mereka dihembusi dengan Roh Kudus. Roh
ini yang akan menuntun dan membantu mereka dalam
pewartaan mereka nanti.
Kisah Para Rasul menceritakan bagaimana Roh Kudus
yang dijanjikan Yesus itu turun secara penuh ke atas
para murid. Para rasul pun memberikan kesaksian
tentang Yesus. Kita diberitahu bahwa banyak orang
berkumpul di Yerusalem saat itu. Karena memang hari
itu adalah perayaan Pentakosta yaitu hari kelimapuluh
sesudah Pesta Paskah Yahudi. Orang-orang dari manamana berziarah ke Yerusalem, baik itu orang Yahudi maupun orang Yahudi yang memeluk agama Yahudi.
Itula sebabnya kita mendengarkan deretan nama-nama
suku bangsa seperti Pontus, Libia, dan sebagainya.
Kitab Suci menyatakan bahwa ketika para rasul
kepenuhan Roh, mereka berbicara tentang Yesus dan
semua orang mengerti akan perkataan mereka dalam
bahasa mereka sendiri. Inilah mukjizat dari Roh Kudus.
Namun, bisa juga dipahami bahwa mereka yang
berziarah itu mengerti bahasa Aram, bahasa yang ketika
itu umumnya dipakai, yang juga dipakai oleh para rasul.
Para rasul berbicara dalam bahasa tersebut sehingga
para pendengarnya itu dengan mudah mengerti apa
yang dikatakan oleh para rasul. Intinya adalah pesan
pewartaan itu mereka mengerti.
Saat kini, kita tentu tidak mengalami situasi seperti para
rasul. Roh Kudus yang turun dalam rupa nyala api tidak
kita lihat dengan mata kita. Roh itu tetap turun ke atas
kita karena Yesus tetap menghembuskan-Nya kepada
kita. Ketika kita menerima Roh itu dengan penuh iman,
maka Roh itu akan menyemangati kita ibarat api yang
menghangatkan dan memanaskan.
Orang yang dipenuhi dengan Roh Kudus adalah orang
semangat dan menghadirkan kehangatan atau
kedamaian di tengah keluarga dan masyarakat. Ia
mungkin tidak perlu berbicara banyak tetapi bahasa
tubuhnya bisa mengungkapkan keinginannya. Bahasa
yang dimengerti oleh semua hati adalah bahasa cinta,
karena ia menyentuh hati. Karena itu, jika orang
menerima Roh Kudus, maka orang akan lebih mudah
berkomunikasi dari hati ke hati, sekalipun mungkin
tidak memerlukan banyak kata-kata yang keluar dari
mulut.
Peristiwa Pentakosta ini merupakan peristiwa
pengutusan kita. Selain dilengkapi dengan karunia dari
Roh Kudus, kita pun dianugerahkan juga karuniakarunia lain dari Tuhan. Rasul Paulus tadi mengingatkan kita untuk menggunakan karunia itu demi
kebersamaan dan demi keselamatan iman. Roh Kudus
yang turun dalam rupa lidah api telah menguatkan para
rasul. Semoga perayaan Pentakosta ini membuat kita
menjadi api yang menghangatkan dan menyemangati
iman satu sama lain dan mengalahkan api egoisme
kita yang menghanguskan. Semoga kita juga yang
menerima Roh Kudus, menggunakan lidah kita sebagai
penyambung Firman Tuhan, membungkam lidah kita
yang yang kadangkala menghancurkan.
13. HENING SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan
mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada
Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku
percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15. DOA UMAT
P : Allah Bapa Yang Mahabaik, bersama dengan PutraNya telah berkenan mengutus Roh Kudus kepada
seluruh Gereja. Maka, marilah kita bersyukur
kepada Bapa dan berdoa:
P : Bagi umat Allah. Ya Bapa, hiburlah dan gembirakanlah hati umat-Mu dengan Roh Kudus, Sang
Penghibur, terutama dalam situasi wabah virus
corona pada saat ini. Marilah kita mohon…
P : Bagi para pemimpin bangsa-bangsa. Ya Bapa,
doronglah para pemimpin bangsa-bangsa, agar
mengusahakan dan membina damai sejahtera
serta kerukunan. Karuniakanlah mereka semangat
ketabahan dan kebijaksanaan agar mampu
menemukan jalan keluar yang baik menangani
wabah corona saat ini. Marilah kita mohon…
P : Bagi mereka yang lemah. Ya Bapa, kuatkanlah
mereka yang lemah, cairkanlah hati mereka yang
beku, dan baruilah mereka berkat kedatangan RohMu. Marilah kita mohon…
P : Bagi kita sendiri. Ya Bapa, curahkanlah kembali
kepada kami semangat yang telah kami terima
dalam pembaptisan dan penguatan. Semoga kami
semakin mendalami dan menghayati iman kami
dalam hidup harian kami. Marilah kita mohon…
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan
permohonan pribadi kita masing-masing.
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Allah Bapa Yang Mahakudus, berkat Roh Kudus
yang ada dalam diri kami, kami berseru kepada-Mu:
‘Ya Bapa”. Kabulkanlah permohonan kami dan
utuslah Roh Kudus-Mu untuk menuntun langkah
hidup kami. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara
kami.
U : Amin
16. DOA PUJIAN (Pentekosta)
P : Saudara-saudari yang terkasih!
Allah Bapa yang mahakuasa telah mencurahkan
Roh Kudus kepada kita. Maka marilah kita memuji
Dia dengan berseru:
Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan,
dan jadi baru seluruh muka bumi.
U : Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan,
dan jadi baru seluruh muka bumi.
P : Ya Allah, pada kelahiran Gereja, Engkau mengutus
Roh Kudus dalam rupa lidah-lidah api yang hinggap
atas para rasul. Roh Kudus itu juga Kaucurahkan ke
atas diri kami, memberi kemampuan serta semangat
kepada kami untuk dengan giat mewartakan Kabar
Gembira seperti telah dilaksanakan oleh para rasul.
Maka kami memuji Dikau:
U : Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan,
dan jadi baru seluruh muka bumi.
P : Karena kekuatan Roh Kudus itu, kami sanggup
memuliakan Dikau dan menjawab cinta-Mu. Maka
kami memuji Dikau:
U : Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan,
dan jadi baru seluruh muka bumi.
P : Di dalam Roh Kudus-Mu itu kami telah Kauangkat
menjadi putera-puteri-Mu, sehingga kami menjadi
saudara satu sama lain, dan pantas menyebut
Dikau sebagai Bapa. Maka kami memuji Dikau:
U : Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan,
dan jadi baru seluruh muka bumi.
P : Dengan Roh Kudus-Mu Engkau menguatkan yang
lemah, mengangkat yang terjatuh, menyemangati
yang letih lesu dan berbeban berat, menyegarkan
yang haus, menggairahkan yang malas dan
melunakkan orang yang hatinya keras dan kejam.
Maka kami memuji Dikau:
U : Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan,
dan jadi baru seluruh muka bumi.
P : Atas karunia Roh Kudus ini, ya Bapa, kami
bersyukur kepada-Mu. Dan dengan semangat yang
dikobarkan oleh Roh Kudus itu, kami melambungkan pujian bagi-Mu dengan bernyanyi:
[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]
17. BAPA KAMI DAN PERSIAPAN KOMUNI BATIN
P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni
kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati
kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati
kita masing-masing.
P : Kita telah mendengarkan Sabda Tuhan dan
merenungkannya, serta mengungkapkan isi hati
dalam doa-doa permohonan dan pujian. Marilah
kita sekarang berdoa seperti yang diajarkan oleh
Tuhan kita Yesus Kristus.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu
di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami
rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah
kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke
dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari
yang jahat.
18. KOMUNI BATIN
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan
Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai
berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut
kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih
karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari
dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok
anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau
kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).
[hening sejenak]
Dalam keheningan, marilah kita masing-masing
menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di
sini bersama kita.
Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan
mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.
Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.
Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan
diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu
komuni atau satu lagu bertemakan Roh Kudus.
19. DOA MOHON PERLINDUNGAN ALLAH
DARI WABAH VIRUS CORONA
Tuhan Yesus Kristus, Penyelamat dunia,
pengharapan kami yang sejati,
kasihanilah kami dan bebaskanlah kami
dari segala kemalangan.
Kami mohon, jauhkanlah kami dari virus
yang sedang mewabah di seluruh dunia ini,
sembuhkanlah yang sakit,
kuatkanlah yang sehat,
topanglah mereka yang berjuang
bagi kesehatan sesama.
Tunjukkanlah Wajah belaskasihan-Mu,
dan selamatkanlah kami
dalam cinta kasih-Mu yang besar.
Engkaulah, Tuhan kami,
yang hidup dan berkuasa bersama Bapa,
dalam persekutuan Roh Kudus,
kini dan sepanjang segala masa. Amin.
Santa Maria, Bunda Penolong, doakanlah kami.
Santo Yosep, Pelindung Gereja, doakanlah kami.
Malaikat Agung Santo Mikael, Gabriel dan Rafael,
doakanlah kami.
Santo Sebastianus, doakanlah kami.
Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami.
Santo Antonius Agung, doakanlah kami.
Para kudus Allah, pelindung dari wabah dan
penyakit, doakanlah kami. Amin
20. DOA PENYERAHAN DIRI KEPADA ROH KUDUS
[OLEH SANTO AGUSTINUS]
Berhembuslah dalam diriku, ya Roh Kudus,
agar segala pikiranku kudus.
Bertindaklah dalam diriku, ya Roh Kudus,
agar karyaku juga kudus.
Tariklah hatiku, ya Roh Kudus,
agar aku mencintai hanya yang kudus.
Teguhkanlah aku, ya Roh Kudus,
agar aku memperjuangkan segala yang kudus.
Peliharalah aku, ya Roh Kudus,
agar aku senantiasa kudus. Amin.
21. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa,
Ya Allah, Engkau telah melimpahkan karunia
surgawi kepada Gereja-Mu. Semoga anugerah Roh
Kudus yang kami terima ini selalu tumbuh subur
dalam hari kami dan menuntun kami untuk
mencapai hidup yang kekal.
Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin
22. MOHON BERKAT TUHAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita
menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.
[hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita
terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang
kekal.
[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda Hari Raya Pentakosta kita ini sudah
selesai.
U : Syukur kepada Allah.
23. PENGUTUSAN
P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk menjadi saksi
cinta Tuhan.
U : Amin.
24. LAGU PENUTUP
***
Roma, 28 Mei 2020
P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD
Tonton juga video penjelasan tentang hari raya Pentakosta berikut ini:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/merpati-lambang-roh-kudus_01.jpg)