Laut China Selatan

Indonesia Melawan China Tolak Klaim Dash Nine Laut China Selatan, Surati Sekjen PBB Antonio Guterres

Indonesia secara tegas menolak klaim teritorial Tiongkok di Laut China Selatan dengan mengajukan putusan Den Haag 2016 dalam suratnya ke Sekjen PBB

US Navy File
Kapal perang Amerika di Laut China Selatan. 

Indonesia Akhirnya Lawan China, Tolak Klaim Dash Nine Laut China Selatan, Surati Sekjen PBB Antonio Guterres

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Indonesia secara tegas menolak klaim teritorial Tiongkok di Laut China Selatan dengan mengajukan putusan Den Haag 2016 dalam suratnya kepada Sekjen PBB, awal pekan ini.

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Selasa (26/5/2020), Indonesia menegaskan "garis sembilan garis putus-putus (dash nine)'' yang dikeluarkan oleh China "tidak memiliki dasar hukum internasional" dan bertentangan dengan Konvensi PBB tentang Hukum Laut ( UNCLOS 1982).

Ia menambahkan peta garis sembilan yang tumpang tindih dengan zona ekonomi beberapa negara Asia Tenggara, adalah fiktif dan tidak memberikan kedaulatan China atas wilayah tersebut.

Dengan klaim "garis sembilan garis putus-putus (dash nine)'', China mengklaim bagian besar Laut China Selatan yang membentang kira-kira 1.000 mil dari pantai selatannya.

Pemerintah Indonesia juga menyebutkan keputusan tahun 2016 oleh Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag, yang dimenangkan Filipina, menolak klaim China memiliki hak bersejarah atas wilayah maritim Laut China Selatan.

Ini mendesak "kepatuhan penuh terhadap hukum internasional" dan menyatakan Indonesia tidak terikat oleh klaim "dibuat bertentangan" dengan perjanjian hukum global, lapor Radio Free Asia.

Pakar maritim Asia Gregory Poling dari Pusat Kajian Strategis dan Internasional (CSIS) AS mengatakan, surat Indonesia itu penting karena tidak ada tetangga Filipina yang secara eksplisit mendukung kemenangan arbitrer 2016 melawan China.

Sebelum ini, negara-negara Asia Tenggara lainnya hanya menyiratkan dukungan mereka karena takut terlibat dalam sengketa wilayah, menurut media Storm.

Indonesia, memang tidak konflik teritorial dengan China, tapi dengan klaim dash nine-nya, berkali-kali menghadapi penyusup kapal-kapal nelayan China yang dikawal kapal panjaga pantainya mencuri ikan di zona ekonomi eksklusif di Kepulauan Natuna di tepi Laut China Selatan.

Halaman
1234
Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved