Antisipasi Kedatangan PMI, Kabupaten Kupang Bentuk Tim Penjemput PMI dari Lintas Sektor

Pemerintah dan stakeholder di Kabupaten Kupang mengantisipasi rencana kepulangan pekerja migran indonesia ( PMI) pada bulan Juni mendatang

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Dandim 1604/Kupang Kolonel Arh I Made Kusuma DG saat pemaparan Tim Penjemput PMI Kabupaten Kupang di Kantor Kodim pada Selasa (26/5/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pemerintah dan stakeholder di Kabupaten Kupang mengantisipasi rencana kepulangan pekerja migran indonesia ( PMI) pada bulan Juni mendatang.

Bertempat di Kantor Bupati Kabupaten Kupang, dibentuk Tim Penjemput PMI Kabupaten Kupang dengan Ketua Komandan Kodim 1604 Kupang Kolonel Arh I Made Kusuma DG.

Tim yang berjumlah 90 orang tersebut terdiri dari personel Kodim 1604/Kupang, Polres Kupang, Brigif 21/Komodo, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Kominfo, BPBD, RSUD Naibonat, KKP dan Kecamatan Kupang Timur.

UPDATE Corona Manggarai: Masih 17 OTG

Dandim 1604/Kupang Kolonel Arh I Made Kusuma DG kepada POS-KUPANG.COM menyampaikan, tugas yang dipercayakan kepada TNI merupakan sebuah kehormatan tersendiri, oleh karenanya ia mengajak seluruh stakeholder yang menjadi bagian dari tim untuk saling membantu dan memperkuat kerja sama dalam mekanisme pelaksanaan tugas di lapangan.

"PMI yang bekerja di luar negeri berjumlah cukup besar. Mereka akan terus berdatangan ke tanah air, termasuk para PMI yang berasal dari Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur," ujar Kolonel Made Kusuma.

Warga Nagekeo Digegerkan dengan Munculnya Seekor Buaya di Perairan Ipimbuu Keo Tengah

Oleh karena itu, Tim Penjemput PMI akan bekerja untuk memastikan kedatangan mereka di wilayah Kabupaten Kupang. Pemantauan yang melekat dan mengarahkan agar para PMI tersebut melalui langkah-langkah protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah seperti melewati rapid test dan isolasi mandiri selama 14 hari.

"Sebelum para Pekerja Migran Indonesia dipulangkan ke rumah masing-masing, kita akan melaksanakan melaksanakan pengecekan di bandara dan pelabuhan sesuai protokol kesehatan Covid-19," kata Dandim.

Dandim menambahkan, untuk tahap pelaksanaan dimulai tanggal 1 Juni hingga 30 Juni 2020. Ia menjelaskan, akan dilakukan pengecekan suhu tubuh dan pengecekan kesehatan sesuai prosedur Covid-19. Para PMI kemudian dibawa ke Kelurahan Babau Kecamatan Kupang Timur atau posko Covid -19 Kabupaten Kupang.

Ia menjelaskan, apabila hasil reaktif maka para PMI akan dikarantina di RSUD Naibonat. Apabila positif maka akan dirujuk ke RSUD Prof WZ. Yohanes Kupang, sementara jika non reaktif maka para PMI akan melaksanakan karantina mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing dan diawasi oleh petugas Covid-19 di wilayah tersebut. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved