Kejari TTU Hentikan Sementara Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana Hiba Unimor Senilai Rp 4 Miliar

Kejari TTU menghentikan sementara penyelidikan dugaan kasus korupsi pengelolaan dana hibah dari Yayasan Cendana Wangi

POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kasi Intel Kejari TTU, Mario Situmeang 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Kejaksaan Negeri Kabupaten Timor Tengah Utara ( Kejari TTU) menghentikan sementara penyelidikan dugaan kasus korupsi pengelolaan dana hibah dari Yayasan Cendana Wangi ( Sandinawa) ke Universitas Negeri Timor ( Unimor) pada tahun 2015 silam.

Penghentian sementara penyelidikan kasus tersebut disebabkan karena pihak Kejari Kabupaten TTU belum menemukan adanya unsur perbuatan melawan hukum dari terlapor Mantan Rektor Universitas Negeri Timor (Unimor), Prof. Sirilius Seran dan beberapa orang lain yang bertanggung jawab dalam pengelolaan dana hibah tersebut.

Melitani Dampak Corona

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Kabupaten TTU, Mario Situmeang mengatakan hal tersebut kepada Pos Kupang saat ditemui di ruang kerjannya, Kamis (28/5/2020).

Mario mengungkapkan, berdasarkan hasil analisa tim intelijen Kejari TTau, ada alasan sehingga pihaknya memutuskan untuk menghentikan sementara proses penyelidikan dugaan kasus korupsi dana hibah dari Yayasan Cendana Wangi ke Universitas Timor tersebut.

Pemkot Bedah Dua Rumah di Lasiana, Rumah Samuel Beratap Alang-alang

Dijelaskan Mario, memang benar terjadi peralihan dana hibah dari Yayasan Sandinawa ke Universitas Timor. Sesuai dengan berita acara, dana tersebut dialihkan ke rekening Rektor Unimor pada tahun 2015. Namun dana tersebut digunakan untuk membiayai gaji dosen dan operasional Unimor, karena pada saat itu Unimor beralih status dari universitas swasta ke universitas negeri.

Diungkapkan Mirio, proses peralihan dana senilai Rp. 4 miliar tersebut juga sudah berdasarkan pasal 84 Permenristekdikti Nomor 33 Tahun 2015 Tentang Organisasi dan Tata Kerja yang berbunyi penyelenggaraan kegiatan Unimor masih dapat dilakukan dengan tetap mendapatkan dukungan dari Pemprov NTT, Pemda TTU, dan Yayasan Cendana Wangi paling sedikit lima tahun.

"Jadi penggunaan uang senilai Rp. 4 miliar itu, untuk memenuhi pasal 84 itu, sehingga dengan demikian, peralihan penggunaan uang itu sebagai operasional Unimor masih mempunyai dasar hukum. Itu yang kami bilang belum ada perbuatan melawan hukum," terangnya.

Oleh karena itu, tegas Mario, pihaknya menyimpulkan bahwa pengelolaan dana hibah sebesar Rp. 4 miliar tersebut yang dilakukan oleh terlapor digunakan untuk dana operasional Unimor berdasarkan pasal 84 Permenristekdikti Nomor 33 Tentang Organisasi dan Tata Kerja.

"Sehingga kita tidak menemukan adanya perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh para terlapor," ungkapnya.

Mario mengaku, sampai saat ini, belum ada hasil audit secara resmi yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti. Yang ada hanya hasil verifikasi terhadap hasil temuan Inspektorat Jendral Kemenristekdikti tersebut.

Halaman
123
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved