Video Teleconference Dengan Gubernur NTT, Ini Yang Disampaikan Bupati Manggarai

-Bupati Manggarai Dr Deno Kamelus, SH.,MH dan Wabup Manggarai Drs Victor Madur bersama unsur Forkopimda Kabupaten Manggarai mengikuti Kegiatan

POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Bupati Manggarai Dr Deno Kamelus, SH.,MH dan Wabup Manggarai Drs Victor Madur bersama unsur Forkopimda Kabupaten Manggarai mengikuti Kegiatan Video Telekonference. 

Video Teleconference Dengan Gubernur NTT, Ini Yang Disampaikan Bupati Manggarai

POS-KUPANG.COM | RUTENG---Bupati Manggarai Dr Deno Kamelus, SH.,MH dan Wabup Manggarai Drs Victor Madur bersama unsur Forkopimda Kabupaten Manggarai mengikuti Kegiatan Video Telekonference Gubernur NTT, Wakil Gubernur NTT dan Unsur Forkompimda NTT bersama Para Bupati dan Usnsur Forkompimda se-NTT, Selasa (26/5/2020).

Berdasarkan Rilis yang dikirim oleh Kabag Humas Setda Manggarai Lodovikus D Moa kepada wartawan, Rabu (27/5/2020) dalam Video Teleconference itu, bupati Manggarai Dr Deno Kamelus, SH.,MH menyampaikan sejumlah poin.

Adapun poin yang disampaikan tersebut antara lain, pihaknya sudah membuka toko, pasar dan sebagainya, namun yang tergangu adalah sektor transportasi.

Bupati Deno juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah selesaikan masalah perbatasan dengan Manggarai Barat secara kekeluargaan dan memutuskan untuk jaga bersama-sama portal perbatasan Weri Pateng, Desa Persiapan Redo, Kabupaten Manggarai.

Selain itu Bupati Deno juga mengatakan, sebenarnya tanggal 1 Juni 2020, pihaknya sudah bisa mulai bekerja kembali. Untuk itu pihaknya akan memulai sosialisasi kepada masyarakat.

Adapun kegiatan Teleconfrens tersebut di pimpin oleh Gubernur NTT, Wakil Gubernur dan Kapolda NTT.

Dalam kegiatan Video Confrence tersebut Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, menyampaikan sejumlah point antara lain, Standar yang diberikan oleh WHO untuk menangani Covid-19 seperti masuk ke new normal itu tidak bisa kita ikuti, karena kebijakan di negara lain tidak dapat diterapkan semuanya di Indonesia, terutama di NTT.

Virus ini tidak pernah mematikan siapapun di dunia ini, yang positif lalu mati itu adalah orang yang punya penyakit bawaan lain. Lebih berbahaya adalah DBD karena nyamuknya tidak ada batasan, nyamuk tidak pernah dikarantina atau ditracking.

Bahkan hari ini yang mati karena DBD ada 55 orang di NTT. Sedangkan positif Covid-19 yang mati sampai saat ini hanya 1 orang itu pun karena tifus.

Khusus untuk NTT, kita harus kembali beraktivitas normal seperti biasa. Ketakutan ini sangat berbahaya, lebih berbahaya dari virus ini agar jangan ada bupati yang tutup wilayah, RT dengan RT, kelurahan dengan kelurahan.

Maksimal tanggal 15 Juni 2020, saya minta sudah normal kembali aktivitas pemerintahan, tidak ada lagi work from home. Karena di NTT WFH itu adalah libur, sehingga tidak ada produktivitas dan efektivitas yang ada. Program 2020-2021 ini khusus untuk pemberdayaan. Para pimpinan di kabupaten juga jangan ada tanda tangan yang fiktif.

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi juga menambahkan meminta untuk meningkatkan semangat untuk membasmi penyakit yang ada di masyarakat bukan hanya Covid-19 saja tetapi juga DBD, Malaria, dan sebagainya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved