Virus Corona Mengintai, Petani di Malaka Tetap Turun ke Sawah, Simak Kegiatan Petani

Virus corona yang masih melanda sebagian besar belahan dunia, hingga saat ini belum diprediksi kapan berakhir.

PK/Edi Hayong
Ket foto : PK/Edi Hayong. Walaupun virus corona mengintai, para petani di Malaka tetap turun ke sawah memastikan kondisi pangan tetap aman. Gambar diambil, Selasa (26/5). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM I MALAKA--Virus corona yang masih melanda sebagian besar belahan dunia, hingga saat ini belum diprediksi kapan berakhir.

Untuk menjaga ketersediaan pangan, para petani di Malaka khusus di Kecamatan Malaka Tengah, tetap turun ke sawah walaupun dilanda rasa was-was.

Pantauan Pos-Kupang.com di lahan persawahan Desa Harekakae hingga Desa Kletek, Selasa (26/5), para petani berada di lahan sawah mereka. Ada sebagian yang melakukan penyemprotan padi di tengah areal sawah, ada  yang membersihkan rumput.

Beberapa petani ditemui di lahan sawahnya ketika dimintai tanggapan terkait covid 19 mengatakan, ada rasa was-was dengan penyebaran virus corona. Sudah ada sosialisasi terkait protokoler kesehatan dimana wajib mengenakan masker dan menjaga jarak, tetap berada di rumah,  tetapi mereka harus turun melihat kondisi padi.

"Selama beberapa minggu ini hujan besar melanda Malaka. Ada genangan banjir, padi yang sudah berbulir sebagian tertidur di tanah maka harus turun lihat. Kalau tidak turun sawah mau makan pakai apa," ujar Manek petani di Kletek.

Dirinya menambahkan, walaupun begitu para petani yang ke sawah tidak dalam jumlah banyak orang. Selain itu masker tetap digunakan dan selesai dari sawah langsung mencuci tangan dengan sabun.

Dandim 1605 Belu, Letkol (Inf) Ari Dwi Nugroho pada setiap kesempatan mendampingi Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH dan Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno, safari ke desa memantau posko covid 19, selalu mengingatkan warga soal ketersediaan pangan.

Dirinya mengakui bahwa ditengah covid 19 ini volume kunjungan petani ke sawah agak menurun, tetapi perlu diatur waktu untuk melihat lahan pertanian guna memastikan ketersediaan pangan.

Sesuai arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo ( SYL) bahwa ditengah pandemi covid 19 yang entah kapan berakhir, ketersediaan pangan harus tersedia dan masyarakat Indonesia tidak boleh kekurangan pangan.

Halaman
12
Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved