Marthen Tualaka : Korban Banjir di Empat Desa Butuh Bantuan Air Bersih

selain menyebabkan rumah dan kebun masyarakat digenangi air, banjir yang disebabkan karena intensitas hujan yang tinggi

POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Ketua Komisi IV DPRD TTS, Marthen Tualaka sedang memantau kondisi pemukiman warga pasca banjir yang merendam empat desa di TTS 

Marthen Tualaka : Korban Banjir di Empat Desa Butuh Bantuan Air Bersih

POS-KUPANG. COM | SOE -- Ketua komisi IV DPRD TTS, Marthen Tualaka meninjau kondisi empat desa di Kecamatan Boking dan Toianas (Skinu, Baus, Meusin dan Fatu Manufui) yang dilanda banjir.

Dari hasil pemantauannya, selain menyebabkan rumah dan kebun masyarakat digenangi air, banjir yang disebabkan karena intensitas hujan yang tinggi ini juga menyebabkan banyak terbawa air.

Oleh sebab itu, ada sekitar 174 KK korban banjir yang saat ini kesulitan memenuhi kebutuhan air bersihnya.

Dirinya mendorong pemerintah agar secepatnya mendroping air bersih ke empat desa tersebut guna membantu memenuhi kebutuhan air bersih.

" Untuk pangan stok masyarakat masih tersedia karena baru saja panen. Namun untuk air bersih masyarakat kesulitan untuk mendapatkannya karena sumber air yang ada mayoritas tercemar lumpur. Oleh sebab itu, kita berharap Pemda bisa membantu menyediakan air bersih untuk masyarakat korban banjir," ungkap Marthen saat menghubungi POS-KUPANG.COM, Selasa (26/5/2020) siang.

Ada beberapa korban banjir yang harus segera dievakuasi karena rumahnya sudah dipenuhi lumpur dan air. Apa lagi, posisi rumah para korban terletak di jalur air dan berada di posisi yang rendah sehingga rawan jika terjadi banjir susulan.

Selain disebabkan karena intensitas hujan yang tinggi dikatakan Marthen, banjir yang terjadi disebabkan kali Hanmasi yang melintas Desa Fatu Manufui dan Meusin mengalami pendakalan sehingga harus dilakukan normalisasi dan dibangun Bronjong guna menahan aliran air agar tidak meluap ke kawasan pemukiman.

Hal yang sama juga harus dilakukan di kali Noepono yang melintasi Desa Skinu.

Sedangkan di Desa Baus, banjir dipicu dua deker yang dibangun di jalan trans selatan tidak mampu menampung air yang datang dalam jumlah besar sehingg meluap ke kawasan pemukiman yang letaknya lebih rendah dari badan jalan trans selatan.

"Ada dua kali yang harus dilakukan normalisasi dan dibangun Bronjong untuk mencegah banjir di Desa Meusin, Fatu Manufui dan Skinu," pinta Marthen.

Diberikan sebelumnya, Untuk diketahui, Tiga desa di Kabupaten TTS, Jumat (22/5/2020) pagi terendam banjir akibat frekuensi curah hujan yang tinggi seminggu terakhir. Ketinggian air sendiri bervariasi, mulai dari satu menter hingga setinggi 15 Cm.

Lepas Dari Indonesia, Ramos Horta Pernah Tuduh Garuda Hancurkan Ekonomi Timor Leste

Update Corona di NTT : Berita Gembira, Dua Pasien Positif Covid-19 Dari Cluster Gowa Sembuh

Camat Toianas, Adi Boimau membenarkan jika di Desa Skinu terjadi bencana banjir. Banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi seminggu terakhir.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air di kali Noepono meluap dan menggenangi pemukiman. (Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved