Corona di Malaka

UPDATE Corona di Malaka : Kegiatan "Turun Gunung" Terus Dilakukan, ODP dan PDP di Malaka Nihil

Pemkab Malaka sangat serius dalam upaya mencegah penularan virus corona masuk di wilayah ini

ISTIMEWA
Data perkembangan corona hasil rekapan Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Malaka, Senin (25/5) Pukul 16.00 Wita. 

POS-KUPANG.COM I MALAKA - Pemerintah Kabupaten Malaka ( Pemkab Malaka) sangat serius dalam upaya mencegah penularan virus corona masuk di wilayah ini. Hal ini dibuktikan dengan safari "turun gunung"  seminggu dua kali dilakukan Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH bersama unsur Forkompimda dan pimpinan dinas terkait.

Alhasil, dari  rilis harian perkembangan penanganan pasien yang terpapar virus corona pada posisi, Minggu (23/5)  Pukul 16.00 Wita, menunjukan Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat 13 orang, saat ini semuanya sudah selesai menjalankan isolasi alias sudah nihil (kosong). Begitupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga nol.

Update Covid-19 NTT: 3 Kasus Baru, Cluster STT Sangkakala dan Cluster Magetan, Total 82 kasus

Dalam Rilis berita dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Malaka yang diperoleh Pos-Kupang.com, Senin  (25/5) Pukul 17.00 Wita dicatat bahwa untuk pelaku perjalanan tercatat  1920 orang dimana selesai masa isolasi mandiri selama 14 hari tercatat 930 orang sedangkan sementara dalam pemantauan (isolasi mandiri)  990 orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat 13 orang, saat ini semuanya sudah selesai menjalankan isolasi alias sudah nihil (kosong). Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 1 orang.

Di Kupang, Ayah Kandung Tega Nian Menghamili Darah Dagingnya Sendiri

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan berstatus positif corona,  hingga kini masih  nihil (nol). Paparan data ini merupakan akumulasi dari data 12 kecamatan yang dicatat gugus tugas covid 19 setiap harinya.

Seperti diketahui, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS) bersama unsur Forkompimda dan instansi terkait dalam sepekan dua kali melakukan kunjungan ke kecamatan dan desa-desa.

Bupati SBS ke lapangan untuk memastikan kesiapan petugas gabungan di tiap posko agar selalu siaga dalam mengawasi dan mengamati perjalanan orang.

Mantan Kadis Kesehatan NTT ini pada setiap kesempatan menegaskan, virus corona ini sangat berbahaya sehingga semua warga wajib mentaati aturan protokoler yang sudah disampaikan pemerintah.

"Kepada warga Malaka, saya minta kalau melihat ada orang baru datang di kampung supaya segera laporkan. Saya juga himbau tetap jaga jarak, pakai masker, makan makanan bergizi, olahraga teratur, berpikir positif dan enjoy," katanya.

Menurut Bupati  SBS, karena pandemi corona semakin mengkuatirkan, maka petugas posko di 4 titik pintu masuk ke Kabupaten Malaka diperketat.

Aparat gabungan yang bertugas di Posko-Posko Covid 19 di 4 titik yakni Lamea, Talimetan, Nurobo dan Wanibesak, akan siaga 1x24 jam memantau arus pelintas darat baik orang maupun kendaraan dari luar masuk ke Malaka.

Bupati SBS bangga karena himbauan pemerintah terkait aturan protokoler kesehatan ditaati semua warga. Terbukti dari hasil pemantauan ke lapangan, semua warga menggunakan masker dan di setiap rumah disediakan tempat mencuci tangan termasuk sabun.

Saat ini, katanya, beberapa kabupaten/kota di NTT sudah masuk zona merah, sementara di Malaka sampai saat ini belum ada pasien yang masuk kategori positif. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved