Update Covid-19 di Belu: 72 ODP Selesai Masa Pemantauan

Sebanyak 72 Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Belu telah selesai masa pemantuan

POS-KUPANG.COM/TENIS JENAHAS
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA----Sebanyak 72 Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Belu telah selesai masa pemantuan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu. Jumlah ODP saat ini tersisa dua orang yang tersebar di Kecamatan Raihat 1 orang dan Kecamatan Raimanuk 1 orang.

Kemudiian, Orang Tanpa Gejala (OTG) masih tetap 23 orang yang tersebar Kecamatan Atambua Selatan sebanyak 8 orang, Kecamatan Kota Atambua 7 orang, Kecamatan Atambua Barat 7 orang) dan di Kecamatan Tasifeto Timur 1 orang.

Pelaku Perjalanan Berisiko yang masih dalam pantauan sebanyak 147 orang. Yang telah selesai pemantuan 1.643 orang.

Masjid Kwitang Tempat Soekarno Bersembunyi

Sedangkan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi Positif Covid-19 nihil. Data ini merupakan hasil monitoring dari wilayah kerja 17 puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan se-Kabupaten Belu hingga Jumat (22/5/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau, SE mengatakan, walaupun data monitoring PDP dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Belu nihil, Pemerintah Kabupaten Belu terus menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat.

Bunga Jelitha: Hidangan Lebaran

Berdiam diri di rumah saja, atau menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun dan jika beraktivitas di luar rumah wajib memakai masker.

Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri.

Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia dan World Health Organization (WHO) menganjurkan semua masyarakat menggunakan masker. Untuk masker N95 dikhususkan kepada tenaga medis sedangkan masyarakat dapat memakai masker kain yang dijahit dan selalu dicuci.

Kepada para pelintas yang memasuki wilayah Kabupaten Belu wajib mentaati semua aturan yang ada disetiap Posko Pemantauan tanpa terkecuali demi keselamatan kita bersama.

Disampaikan juga, untuk mengatasi dampak Covid-19 Pemerintah menyalurkan beberapa bantuan yakni Bantuan Sosial Tunai (BST), Perluasan Program Sembako, Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan Dampak Ekonomi dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

Bupati Belu telah memerintahkan para kepala desa dan lurah agar mengumumkan nama-nama penerima bantuan di papan informasi kantor desa/lurah masing-masing. Bagi warga yang melihat ada kekeliruan data dan juga ada kejanggalan yang terjadi di wilayah desa atau kelurahan masing-masing dapat menyampaikan pengaduan lewat nomor call center yang sudah diberikan pemerintah. Warga yang menyampaikan pengaduan disertai identitas seperti nama, nomor KTP dan alamat lengkap. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved