News

Petani di Nagekeo Semakin Susah, Sudah Corona, Padi Siap Panen Tiga Hektar Rata Tanah Diterang Angin

Tanaman padi siap panen miliki petani seluas 3 hektar areal persawahan di KM 1.6 Aeramo, Kecamatan Aesesa tumbang.

ISTIMEWA
TUMBANG—Padi siap panen milik petani KM. 1.6 Mbay, Kabupaten Nagekeo, tumbang diterpa angin. Rabu 20 Mei 2020 sore 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Gordi Donofan

POS KUPANG, COM, MBAY - Hujan lebat disertai angin kencang melanda Kota Mbay Kabupaten Nagekeo. Akibatnya, tanaman padi siap panen miliki petani seluas 3 hektar areal persawahan di KM 1.6 Aeramo, Kecamatan Aesesa tumbang.

"Tanaman padi siap panen pada lahan seluas hampir 3 hektar milik para petani di areal persawahan KM 1.6 Tengah Aeramo, tumbang dihantam hujan angin yang melanda Kota Mbay Senin hingga Selasa," ungkap warga Lazarus Rae, Rabu (20/5) sore.

Padi milik Lazarus juga ikut tumbang hingga rata tanah
Ia mengaku khawati saat hujan lebat disertai angin kencang mengguyur Kota Mbay, Senin (18/5) malam.

Keesokan harinya, ia langsung menuju sawah miliknya K.M 1.6 Aeramo, ternyata firasatnya benar, padi siap panen tumbang.

"Memang saya sempat merasa khawatir terhadap keadaan tanaman padi, sebab hujan sangat deras ditambah angin kencang. Saat saya datang ke sawah ternyata hampir semua tanaman padi roboh," ungkapnya.

Ia mengaku sangat sedih sebab tanaman padi pada lahan seluas satu hektar tersebut sebenarnya akan dipanennya beberapa hari ke depan. Hal itu sangat berpengaruh pada hasil panen nanti, bisa saja berkurang.

"Keadaan sebagian besar padi roboh seperti ini, sudah pasti hasil panenan menurun drastis. Perkiraan saya, panenan akan berkurang sekitar dua ton," ujarnya.

Biasanya dari lahan seluas satu hektar, ia dapat memanen padi sebanyak 6 ton dan tahun sebelumnya tidak seperti itu. "Kalau sudah roboh begini, mungkin panenan hanya 4 ton hingga 4,5 ton saja. Itu pun kalau hujan angin berhenti," ungkapnya.

Kata dia, sebelum padinya tumbang bisa dipasarkan nanti. Namun juga harganya tidak begitu baik. Harga beras saat ini di Kota Mbay, dianggapnya sangat tidak berpihak pada petani.

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved