News

Pendataan BLT Desa Balauring Ricuh, Warga Segel Kantor Desa Pakai Balok, Sita Tiga Kendaraan, Astaga

Puluhan warga mendatangi kantor desa setempat dan menyegel pintu dengan balok, Kamis (21/5). Kemudian menyita tiga kendaraan, terdiri dari dua unit

POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
/Langsung Tunai (BLT) Covid-19, Warga Desa Balauring Kecamatan Omesuri menuntut Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur segera mencopot Syarif Patipilohi dari jabatannya sebagai Kepala Desa Balauring. Menurut warga, bupati sudah berjanji akan mencopot kepala desa yang lambat melakukan penyaluran BLT, apalagi prosesnya kemudian bermasalah. Kini Warga Desa Balauring menagih janji itu. Tuntutan ini mereka sampaikan saat menggelar aksi damai di Kantor Desa Balauring, Kamis (21/5/2020). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Richo Wawo

POS KUPANG, COM, LEWOLEBA - Warga Desa Balauring, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata protes pendataan kepala keluarga terdampak wabah Corona (Covid-19) untuk memperoleh Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Puluhan warga mendatangi kantor desa setempat dan menyegel pintu dengan balok, Kamis (21/5).

Kemudian menyita tiga kendaraan, terdiri dari dua unit sepeda motor dan satu mobil pikap yang merupakan aset desa.

Setelah menyegel kantor desa, warga berteriak menuntut kepala desa segera mundur.

Mereka mendesak Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur mencopot Kepala Desa Balauring Syarif Patipilohi.

Menurut warga, Bupati Sunur sudah berjanji mencopot kepala desa yang lambat menyalurkan BLT Covid-19.

Peserta aksi, Aulia Djafar mengatakan, warga kesal karena kepala desa memanipulasi data BLT Covid-19.

Jumlah warga penerima BLT yang disepakati bersama saat musyawarah desa tanggal 9 Mei berbeda dengan yang dilaporkan ke pihak kecamatan.

Djafar mengatakan, musyawarah desa pertama menetapkan 204 penerima BLT.

Halaman
12
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved