Mogok Kerja, 109 Tenaga Medis di Ogan Ilir Malah Dipecat Bupati, Ini Kornologisnya

Sebanyak 109 tenaga medis dipecat dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ogan Ilir, Sumatera Selatan.Pemecatan itu menyusul mogok kerja ya

News Video
Peter Doherty Institute di Melbourne jadi laboratorium pertama di luar China yang mengembangkan virus corona dengan tujuan menemukan vaksin. 

POS KUPANG.COM--- Sebanyak 109 tenaga medis dipecat dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Pemecatan itu menyusul mogok kerja yang mereka lakukan selama lima hari sejak Jumat (15/5/2020).

"Saya yang menandatangi surat pemberhentian mereka," kata Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam, saat dikonfirmasi di Kantor Badan Amil Zakat Nasional Ogan Ilir, Kamis (21/5/2020).

Menurutnya, tuntutan ratusan tenaga medis yang mogok kerja itu telah diberikan sejak awal.

"Insentif sudah ada. Minta sediakan rumah singgah, sudah ada 34 kamar, ada kasur, dan pakai AC semua. (Mereka) bilang APD (alat pelindung diri) minim, tapi ribuan APD ada di RSUD Ogan Ilir, silakan cek," ujar Ilyas.

Mogok kerja yang dilakukan para tenaga medis itu, ucapnya, setara dengan desersi di militer.

Persib Maung Bandung Diberi Lampu Hijau Gelar Laga, Ini Kata Pemain, Simak YUK

"Apa yang mereka tuntut, semua sudah ada. Makser, sarung tangan, kaca mata, boot, semua ada. Apalagi? Insentif juga sudah ada (padahal) mereka kerja saja belum kok. Baru datang pasien korona, (mereka) sudah bubar enggak masuk, gimana itu?" katanya.

Pemkab Ogan Ilir akan mencari tenaga medis baru. Ia menjamin pemecatan 109 tenaga medis itu tidak menganggu aktivitas di RSUD Ogan Ilir.

Ilyas menambahkan, masih ada 14 dokter spesialis, 8 dokter umum, 33 perawat berstatus aparatur sipil negara (ASN), dan 11 tenaga honorer di RSUD Ogan Ilir.

"Saat ini pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Ogan Ilir cuma tiga orang. Pasien di luar Covid-19 diarahkan ke rumah sakit lain atau ke puskesmas yang ada di Ogan Ilir," ujarnya.

Dikira Dapat Hadiah, M Nuh Justru Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi, Harus Bayar Rp 2,5 M

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved