Salam Pos Kupang

Jangan Jadi Orang Kepala Batu

PERJALANAN Covid-19 di NTT sepertinya baru mulai merangkak naik. Bila melihat kurvanya setiap hari selalu terjadi penambahan orang

Jangan Jadi Orang Kepala Batu
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - PERJALANAN Covid-19 di NTT sepertinya baru mulai merangkak naik. Bila melihat kurvanya setiap hari selalu terjadi penambahan orang yang terkonfirmasi positif terinfeksi Corona.

Bila kita melihat pada awal-awal merebaknya Corona di Indonesia, masyarakat Indonesia diselimuti kepanikan yang luar biasa. Instruksi untuk mematuhi protokol kesehatan dengan serta merta langsung diikuti warga. Mulai dari pemakaian masker, cuci tangan sesering mungkin dan menjaga jarak dalam interaksi setiap hari.

Update Corona Sumba Timur - Tujuh Kasus Positif Merupakan OTG

Bahkan karena begitu tingginya kebutuhan akan masker sehingga di pasaran terjadi kelangkaan masker. Masker khusus untuk paramedia pun digunakan masyarakat umum. Akibatnya tenaga medis yang berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19 ini harus "berteriak" akibat kelangkaan masker.

Namun secara bertahap hal tersebut berangsur sirna. Ditambah lagi dengan diperbolehkannya masyarakat untuk membuat masker sendiri dan tidak harus menggunakan masker standar tenaga kesehatan.

Selama Covid-19, Polres Sikka Ungkap 4 Kasus Pencurian Laptop dan HP, Ini Pelakunya

Jika kita melihat kondisi saat ini sangat jelas terlihat adanya warga yang sudah tidak takut lagi dengan sebaran virus Corona ini.

Hal ini terlihat jelas dari perilaku sejumlah masyarakat seperti tidak lagi mau menggunakan masker. Enggan mencuci tangan dan abai menjaga jarak. Masyarakat sepertinya sudah menganggap Corona seperti penyakit flu biasa. Oleh karena nyali takut mati sudah tidak ada lagi.

Kondisi ini juga terjadi di NTT saat ini. Masyarakat kita sudah terkesan sudah tidak peduli dan tidak patuh lagi dengan imbauan mengikuti protokol kesehatan yang selalu diumumkan pemerintah.

Lihat saja yang terjadi di pasar-pasar. Masyarakat berjubel untuk membeli ikan atau kebutuhan lainnya tanpa peduli dengan jarak yang dianjurkan pemerintah 1-2 meter.
Bahkan hari-hari ini banyak warga yang menyerbu toko-toko yang menjual pakaian dan sepatu. Begitu juga dengan toko sembako atau di pasar-pasar tradisional.

Melihat kondisi tersebut kita tentu risau. Sangat memprihatinkan bila masyarakat kita menganggap Corona seperti penyakit flu biasa. Ini sangat berbahaya tentunya. Jika masyarakat menganggap Corona sebagai hal biasa yang ditunjukkan dengan tak perlu lagi menaati protokol kesehatan maka kita akan menyaksikan kurva perkembangan Corona ini akan terus naik. Tentu ini tak kita harapkan.

Oleh karena itu kita terus mendorong masyarakat untuk harus tetap menaati protokol kesehatan. Semua pihak harus peduli dalam mengikuti arahan untuk menaati protokol kesehatan yang selalu disampaikan pemerintah.

Kita sangat berharap masyarakat NTT jangan jadi Orang Kepala Batu (OKB) dalam menaati protokol kesehatan. "Kepala batu" tidak ada manfaatnya dalam pandemi sekarang ini. Sebab akan merugikan diri sendiri dan orang-orang dekat kita baik itu orangtua, kakak, adik, istri, suami, anak dan lain sebagainya.

Selain itu, pemerintah sudah waktunya untuk mengambil sikap tegas kepada warga yang tidak mau mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker. Tindakan tegas diperlukan untuk memberikan efek jera. Tanpa mengambil sikap tegas maka warga akan menganggap tidak memakai masker adalah yang biasa kendati imbauan sudah sering dilakukan.

Kita mendukung apa yang dilakukan petugas satuan tugas Covid-19 di beberapa kabupaten yang memberi sanksi tegas kepada warga yang tidak memakai masker dengan squad jump atau push up. Tindakan seperti ini penting dilakukan bahkan harus dilakukan di depan banyak orang agar ada efek jera. Memberi sanksi seperti saatnya untuk diberikan bila melihat masih banyaknya warga kita yang enggan memakai masker. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved