Unik, Warga Pulau Seraya Besar Sulap Pelampung Bekas Jadi Tempat Cuci Tangan

Tempat mencuci tangan menjadi keharusan untuk menerapkan pola hidup sehat dan bersih, terlebih dalam pandemi Covid-19

POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Warga Pulau Seraya Besar, Nurmala (35) saat mengisi air di tempat cuci tangan dari pelampung bekas, Rabu (20/5/2020) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Tempat mencuci tangan menjadi keharusan untuk menerapkan pola hidup sehat dan bersih, terlebih dalam pandemi Covid-19 saat ini. Di Pulau Seraya Besar Desa Seraya Maranu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), para warganya menggunakan pelampung yang biasanya digunakan untuk budidaya rumput laut dan budidaya lainnya.

Pelampung bekas itu disulap menjadi tempat cuci tangan dipasang di depan pintu masuk rumah, dilengkapi sabun cuci tangan.

Terkait Shalat Idul Fitri, Ini Imbauan Danrem 161 Wirasakti Kupang

Keunikan lainnya, pelampung berukuran sedang itu dicat dan digambarkan beberapa tokoh kartun anak-anak dari Jepang seperti Doraemon, Hello Kitty, Pikachu dan tokoh anime seperti Naruto.

Tidak hanya tokoh kartun dan anime, tempat cuci tangan itu pun dihias menggunakan berbagai gambar yang unik lainnya.

Setiap warga yang hendak memasuki rumah, diwajibkan mencuci tangan dan kaki sebelum memasuki rumah.

Ketua PWNU NTT : Ikut Anjuran Pemerintah Shalat Id di Rumah Bagian Jihad Membela Negara

Kepala Desa Seraya Maranu, Sutirman mengaku, tempat cuci tangan menggunakan pelampung bekas dan dicat merupakan inisiatif warga.

Bahkan, lanjut Sutirman, tempat cuci tangan yang ada sudah dibuat warga jauh sebelum mewabahnya Covid-19.

"Sudah menjadi tradisi di sini karena mayoritas warga berprofesi sebagai nelayan. Mereka kan dari laut, jadi bau amis setelah melaut. jadi, sebelum naik ke rumah panggung mereka, sebelumnya harus cuci tangan," ungkapnya saat ditemui Rabu (20/5/2020).

Diakuinya, setiap rumah memiliki tempat cuci tangan dari pelampung, namun hanya beberapa warga yang menggunakan tempat penampungan air biasa seperti ember dan lainnya.

"Dari pemerintah desa, kami juga membantu cat, tapi rata-rata warga gunakan cat sendiri untuk gambar sesuai keinginannya, mereka punya cat sendiri karena punya kapal," ujarnya

Menurutnya, warga memiliki inisiatif menggunakan pelampung sebagai sarana cuci tangan karena lebih tahan lama dan berkualitas.

"Jadi tahan panas dan hujan, jadi ini sebenarnya limbah yang tidak dipakai lagi sehingga dimanfaatkan warga," katanya.

Sementara itu, seorang warga Pulau Seraya Besar, Nurmala (35) mengaku, tempat cuci tangan dari pelampung bekas yang dimilikinya juga digunakan untuk anak-anaknya mandi.

Menurutnya, penggunaan pelampung untuk tempat cuci tangan lebih efektif dan tahan lama.

"Tahun lalu tempat cuci tangan ini dibuat, kalau yang cat dan gambar itu suami saya," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Assale Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved