virus corona
KABAR GEMBIRA! WHO Sebut Vaksin corona Didistribusi 2021, LIPI Beri Tips Cara Bertahan dari Covid-19
KABAR GEMBIRA! WHO Sebut Vaksin corona Didistribusi 2021, LIPI Beri Tips Cara Bertahan dari Covid-19
POS-KUPANG.COM - Sebuah kabar gembira kembali datang dari Organisasi Kesehatan Dunia, WHO.
WHO memastikan vaksin corona akan didistribusikan pada tahun 2021.
Sementara LIPI memberi tips agar bisa bertahan dan beradaptasi dengan situasi pandemi Covid-19, sembari menunggu vaksin.
Berdasarkan data global hingga Rabu (20/5/2020) pagi, ada 213 negara yang sudah terjangkit Covid-19, rinciannya total infeksi 4.985.825 kasus.
Sementara du Indonesia, hingga Selasa (19/5/2020), jumlah kasus terkonfirmasi adalah 18.496, sejak kasus pertama Covid-19 di Tanah Air, yakni 2 Maret 2020.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah mengeluarkan keterangan bahwa kemungkinan besar vaksin dapat didistribusikan secara massal kepada masyarakat pada akhir tahun 2021.

Ilustrasi vaksin virus corona (Fresh Daily)
Dengan demikian, butuh waktu sekitar 1,5 tahun hingga vaksin benar-benar tersedia dan dapat digunakan untuk mencegah paparan virus corona SARS-CoV-2.
• Donald Trump Sebut Upaya WHO tangani COVID-19 Sangat Buruk, Simak Pernyataannya
Melihat kondisi ini, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko, menyebutkan pentingnya melakukan mitigasi berbasis data untuk dapat bertahan dan beradaptasi dengan Covid-19 ini.
"Sampai vaksin ditemukan dan imunisasi massal dilakukan, adaptasi masyarakat dengan Covid-19 harus melalui mitigasi yang terkontrol dan berbasis data," kata Handoko.
Berikut 6 rekomendasi LIPI agar kita bisa hidup berdamai dan beradaptasi dengan Covid-19.
1. Kontrol dan mitigasi terukur
Menurut Handoko, kontrol dan mitigasi yang terukur ini dapat berperan untuk menyeimbangkan dilakukannya pengaktifan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam hal ini, kata dia, mitigasi yang bisa dilakukan bisa berfokus pada skrining massal di simpul mobilitas publik berbasis Rapid Diagnostic Test (RDT) dan uji Polymerase Chain Reaction (PCR) di lokasi kerumunan permanen seperti di rumah sakit, sekolah, kampus dan perkantoran serta industri.
• Tindaklanjuti Tudingan terhadap China, WHO Minta Negara-negara Investigasi Kasus Awal Covid-19
2. Data akurat PDP dan ODP
Sebagai bentuk mitigasi beradaptasi dengan Covid-19 ini, Handoko menyebutkan bahwa penanganan Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) memerlukan data yang akurat, masif, dan terukur.