Salam Pos Kupang

Keamanan Paramedis Menangani Pasien Covid-19

KABAR tentang ada perawat RSUD WZ Johannes Kupang positif Covid-19, tentu saja mengkhawatirkan

Keamanan Paramedis Menangani Pasien Covid-19
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - KABAR tentang ada perawat RSUD WZ Johannes Kupang positif Covid-19, tentu saja mengkhawatirkan. Bayangkan kalau makin banyak petugas kesehatan terpapar virus Corona, siapa lagi yang akan memeriksa dan menangani pasien yang belakangan semakin meningkat jumlahnya di NTT.

Bayangkan kalau dokter dan paramedis pun turut menularkan virus Corona kepada pasien, keluarga dan masyarakat umum. Tentu saja penyebaran virus Ccorona bukannya berhenti/putus, melainkan malah terus meluas. Pasti akan semakin banyak pasien yang tidak tertangani dan menjadi korban.

Dinsos Belu dan PT Pos Indonesia Siap Salurkan BST Bagi 10.714 KK

Kasus petugas kesehatan terpapar virus corona memang terbilang baru untuk wilayah NTT. Mungkin karena RSUD WZ Johannes Kupang baru saja mendapat alat Swab. Tetapi, kalau kita terus mengikuti informasi tentang penanganan virus Corona, baik di Pulau Jawa maupun di negara-negara lain, maka mestinya kita sudah tahu risiko ini. Begitu banyak dokter dan paramedis yang ikut terjangkit virus Corona saat menangani pasien. Bahkan tidak sedikit dari mereka sampai meregang nyawa.

Sampai dengan awal April 2020 saja, di luar negeri terbilang lebih 100 dokter dan paramedis meninggal karena Corona. Di Indonesia sendiri hingga awal April 2020, terbilang 32 dokter dan 12 perawat yang meninggal. Kini sudah lebih dari sebulan, bayangkan berapa banyak dokter dan perawat yang positif dan meninggal karena Covid-19.

Camat Dan Kapolsek Wewewa Timur Pimpin Operasi Rahazia Masker

Dokter dan paramedis memang orang-orang yang berada di garda terdepan melawan penyakit apa pun termasuk virus Corona saat ini. Itu adalah konsekuensi dari profesi mereka. Meski demikian, tentu mereka atau kita tidak boleh membiarkan diri mereka terpapar begitu saja.

Rumah sakit di mana mereka melayani pasien berkewajiban menyediakan alat pelindung diri (APD) untuk meminimalisir kemungkinan terjangkit. Pemerintah pun memberikan mereka insentif yang seimbang bahkan asuransi manakala mereka harus menjadi korban penularan virus Corona.

Tidak hanya pihak rumah sakit dan pemerintah, kita sebagai masyarakat biasa pun bisa membantu dokter dan paramedis untuk tidak tertular. Apa bantuan kita? Sekurang-kurangnya ketika kita berusaha untuk tidak tertular virus Corona. Ya, dengan mamatuhi protokol penanganan virus corona sebagaimana diimbau WHO dan pemerintah: sering mencuci tangan, pakai masker, jaga jarak, hindari kerumuman, menjaga imunitas tubuh, dan di rumah saja.

Sebagai masyarakat kita pun harus jujur kepada dokter dan paramedis tentang kondisi kesehatan dan riwayat perjalanan kita. Kalau betul kabar adanya perawat yang positif Covid-19 karena ketidakjujuran pasien di RSUD WZ Johannes memberikan keterangan tentang riwayat perjalanannya, maka untuk kesekian kalinya paramedis menjadi korban karena ketidakjujuran pasien.

Untuk kita tahu saja, tidak hanya risiko terinfeksi virus Corona, para dokter dan paramedis pun sudah banyak berkorban. Jangan kira mengenakan APD sampai berlapis-lapis itu enak, tetapi mereka harus melakukannya.

Semoga saja mereka tetap sehat dan segera terbebas dari paparan virus Corona. Tetapi kalau endingnya jadi lain, maka kita, pasien yang tidak jujur, harus merasa bersalah telah memperberat beban dokter dan paramedis. Ayo kita bantu dokter dan paramedis kita. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved