Hikmah Ramadhan: Al-Qur'an Sebagai Pengobat

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillahi Rabbil'alamiin marilah kita senantiasa selalu bersyukur kepada Allah SWT

Hikmah Ramadhan: Al-Qur'an Sebagai Pengobat
ISTIMEWA
Chariul Pua Tingga

POS-KUPANG.COM - Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillahi Rabbil'alamiin marilah kita senantiasa selalu bersyukur kepada Allah SWT yang telah banyak memberikan kita kenikmatan lahir dan bathin, dan yang paling utama adalah hidayah Allah SWT yang selalu kita dapat disetiap amalan-amalan yang kita kerjakan.

Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita baginda Nabiyullah Muhammad Rasulullah SAW, yang selalu kita harapkan syafa'atnya diyaumul akhir kelak.

Para pembaca Pos Kupang kaum muslimin yang di muliakan Allah SWT, di bulan Ramadhan, bulan yang suci dan penuh ampunan, di bulan ini pula Allah SWT turunkan kitab Al-Qur'an yang mulia sebagai petunjuk bagi umat manusia. Selain sebagai petunjuk, kitab Al-Qur'an juga mempunyai banyak keistimewaan-keistimewaan, salah satunya sebagai obat dan pengobat atau dalam bahasa arab "asy syifa".

Marius Bantah Perawat Terpapar Corona

Obat disini bukanlah pengertian secara fisik, materi maupun jasmani, tetapi lebih menyoroti terkait dengan hal-hal yang bersifat psikis atau rohani (spritualitas). Dengan kata lain asy syifa lebih berfungsi sebagai obat hati atau jiwa bathin seseorang yang sedang dilanda masalah (penyakit hati).

Salah satu ayat Al-Qur'an yang menjelaskan tentang fungsinya sebagai asy syifa adalah dalam surah yunus ayat 57 yang artinya: "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu (yakni Al-Qur'an, dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada (hati) petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman".

467 KK di Kelurahan Liliba Kupang Telah Kebagian BLT Pusat

Para pembaca Pos Kupang kaum muslimin yang ridhoi Allah SWT, yang dimaksud dari ayat di atas adalah menjelaskan bahwa seseorang yang sering membaca Al- Qur'an, sudah barang tentu akan merasakan ketenangan dalam hidupnya, karena Allah sudah memberikan jaminan, orang tersebut bisa menjalani hidup dengan penuh semangat (optimis). Rasa ini sudah didorong langsung oleh jiwa yang kokoh, karena setiap masalah senantiasa bersandar pada ayat-ayat Al-Qur'an.

Sudah barang tentu, untaian ayat Al-Qur'an yang menjelaskan asy-syifa, banyak para ulama yang menafsirkan ayat tersebut. Misalnya, Ibnu Qayyim al-Jauziah menyatakan bahwa manusia ingin bahagia dalam hidupnya, maka dia harus banyak `mengingat Allah' melalui bacaan Al-Qur'an. Hal itu disebabkan hati manusia tidak akan bisa merasakan ketentraman kecuali dengan iman dan keyakinan yang tertanam di dalam jiwanya.

Senada dengan itu, Ibnu Rajab al-Hanbali juga pernah berkata bahwa zikir merupakan sebuah kelezatan hati bagi orang-orang yang beriman. Zikir yang paling baik adalah membaca ayat suci Al-Qur'an. Jika demikian adanya, maka solusi untuk bisa menggapai kebahagiaan hidup dan ketenangan jiwa, salah satu cara yang paling ampuh dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an. Hanya dengan cara itulah, hati seorang manusia akan menjadi hidup, diliputi dengan kenikmatan dan ketentraman.

Disinilah salah satu penggalan keistimewaan Al-Qur'an yang sangat besar manfaatnya bagi umat Islam. Kita bisa merasakan dengan persaan yang terdalam, ketika mendengar orang yang sedang melantunkan ayat suci Al-Qur'an, tanpa disadari akan mucul kedamaian dan ketenangan dalam hati. Namun demian, kenapa ada orang yang mengatakan bahwa setiap dia mendengan lantunan ayat Al-Qur'an, dia belum pernah merasakan hal itu.

Dimana letak kesalahannya, apakah Al-Qur'an yang salah atau manusianya yang belum mampu menangkap rahasia sinaran cahaya Al-Qur'an. Dalam hal ini tentu kita harus yakin bahwa Al-Qur'an tidak pernah salah. Jadi yang perlu diperbaiki adalah keyakinan kita terhadap Al-Qur'an.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved