Corona di NTT

VIDEO - 20 Penyandang Distabilitas di Desa Mnela Lete Dapat Paket Sembako dari Yudit Selan

VIDEO - 20 Penyandang Distabilitas di Desa Mnela Lete Dapat Paket Sembako dan Masker dari Yudit Selan

VIDEO - 20 Penyandang Distabilitas di Desa Mnela Lete Dapat Paket Sembako dari Yudit Selan

POS-KUPANG.COM | SOE - Anggota DPRD Kabupaten TTS dari Fraksi Demokrat kembali melakukan aksi sosial. Kali ini sasarannya adalah kaum penyandang Distabilitas di Desa Mnela Lete, Kecamatan Amanuban Barat.

Didampingi Ketua organisasi Penyandang Distabilitas Kabupaten TTS, Imanuel Nuban, Yudit Selan, Sabtu (16/5/2020) menyambangi kediaman 20 Penyandang Distabilitas guna memberikan bantuan paket sembako dan masker.

VIDEO - Warga Keluar Masuk Ngada Wajib Miliki Surat Keterangan Pelaku Perjalanan

VIDEO - Penemuan Mayat di Kebun Kosong Yang Berada di Sisi Timur Patung Ina Boi

VIDEO - VIRAL - Pria Ngaku Dokter Cekcok Dengan Aparat Jaga Perbatasan PSBB

Selain memberikan paket sembako, Yudit juga menyempatkan diri berbincang dengan penyandang distabilitas maupun keluarga penyandang distabilitas terkait perhatian pemerintah selama ini.

Yanti Dani, ibu kandung dari salah satu penyandang distabilitas Adi Kurniawan Dami (24) mencurahkan isi hatinya kepada Yudit Selan. Dirinya mengaku, kesal dengan Dinas Sosial Kabupaten TTS. Pasalnya, pasca anaknya di data sebagai penyandang distabilitas, hingga kini bantuan berupa kursi roda tak kunjung datang. Namun anehnya, setiap tahun petugas dari Dinas Sosial selalu datang mendata anaknya.

"Pak Dewan, petugas dari Dinas Sosial ini datang terus ke rumah kami untuk data anak kami, tapi tidak pernah bawa bantuan. Janji kursi roda juga sampai hari ini tidak dikasih. Padahal anak kami ini sangat membutuhkan bantuan kurai roda. Mulai dari kami masih kos di maleset sampai pindah ke sini, tiap tahun data terus. Saya sampai malu pak," keluh Yanti.

Untuk diketahui, Adi mengalami gangguan pada pusat motoriknya sehingga dirinya tak mampu mengendalikan organ tubuhnya. Sehari-hari Adi hanya duduk di kursi. Dimana, pada bagian pegang kursi sengaja diikat kain agar tubuh Adi tak merontah keluar.

Adi tak sendiri, Gaudensius Koa (16) Desa Mnelete, yang mengalami kelumpuhan pada kakinya juga sangat mengharapkan adanya bantuan kursi roda untuk mempermuda dirinya beraktivitas di rumah. Selama ini, Koa sangat bergantung kepada sang ibu ketika harus beraktivitas di dalam rumah. Ayah Koa sendiri telah ditinggal beberapa tahun lalu.

"Bapa, kalau bisa saya mau kursi roda. Biar kalau bergerak di dalam rumah atau di teras rumah tidak harus mama bantu terus," ucapnya.

Kepada para penyandang Distabilitas, Yudit Selan berjanji akan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan para penyandang distabilitas. Melalui ketua penyandang distabilitas, Yudit meminta untuk mendata kebutuhan para penyandang distabilitas agar dirinya bisa memperjuangkannya lewat jalur legislatif.

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: Jhony Simon Lena
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved